Ekonomi

Didominasi Kelas Menengah, Ini 5 Fakta Klasifikasi Tingkat Ekonomi Masyarakat Indonesia ala World Bank


Didominasi Kelas Menengah, Ini 5 Fakta Klasifikasi Tingkat Ekonomi Masyarakat Indonesia ala World Bank
Ilustrasi hasil penelitian World Bank tentang kelompok masyarakat Indonesia berdasarkan tingkat ekonominya (World Bank)

AKURAT.CO, Pada 30 Januari 2020, Bank Dunia (World Bank) merilis penelitian terbarunya mengenai kelompok masyarakat Indonesia yang terutama dilihat dari tingkat ekonominya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara ekonomi, hampir 50 persen masyarakat Indonesia berada di kelompok "Menuju Kelas Menengah".

Seperti apakah kelompok "Menuju Kelas Menengah" ini?

Dilansir dari World Bank oleh AKURAT.CO, ini 5 fakta menarik tentang kelompok masyarakat Indonesia berdasarkan tingkat ekonominya versi Bank Dunia.

1. Pembagian kelompok masyarakat Indonesia

World Bank



Ada lima kelompok masyarakat Indonesia menurut Bank Dunia. Kelompok miskin adalah masyarakat yang pengeluaran bulanannya kurang dari Rp354 ribu per bulan. Kelompok rentan adalah masyarakat yang berada di garis kemiskinan tetapi rentan untuk jadi miskin dengan pengeluaran antara Rp354 ribu hingga Rp532 ribu. Kelompok menuju kelas menengah adalah masyarakat yang masih belum aman meskipun tidak miskin atau rentan dengan pengeluaran antara Rp532 ribu hingga Rp1,2 juta.

Kelompok kelas menengah sudah aman secara ekonomi dan jauh dari miskin atau rentan dengan pengeluaran dari Rp1,2 juta hingga Rp6 juta. Sedangkan kelas atas adalah masyarakat yang paling sejahtera dengan pengeluaran lebih dari Rp6 juta per orang.

2. Persentase kelompok masyarakat

World Bank



Dari kelima kelompok masyarakat tersebut, paling banyak adalah kelompok Menuju Kelas Menengah dengan 114,7 juta jiwa atau sekitar 44 persen. Kedua adaalah kelompok Rentan dengan 61,6 juta orang atau 23,6 persen. Ketiga adalah kelas Menengah dengan 53,6 juta orang atau 20,5 persen. Selanjutnya ada kelas Miskin, berjumlah 28 juta orang atau 10,7 persen dan kelas Atas, berjumlah 3,1 juta orang atau 1,2 persen.

3. Karakter kelas Menengah vs Menuju Kelas Menengah

baca juga:

World Bank



Kelompok masyarakat Menuju Kelas Menengah memiliki karakter yang lebih sensitif terhadap guncangan ekonomi seperti keluarga jatuh sakit atau bencana alam. Tingkat pendidikannya didominasi oleh ijazah SMA, di mana sangat dibutuhkan oleh pekerjaan formal yang bergaji tinggi. Sedangkan layanan publik yang dipakai adalah layanan publik yang disediakan oleh pemerintah mulai dari BPJS hingga sekolah negeri.

Sedangkan kelas Menengah lebih aman terhadap berbagai guncangan ekonomi bahkan berpeluang untuk menuju ke kelas atas. Kelompok ini juga sudah banyak yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Selain itu, kelompok ini juga menggunakan layanan kesehatan dan pendidikan swasta yang memiliki kualitas lebih baik.

4. Kontribusi kelas Menengah

World Bank



Semakin banyak kelompok masyarakat kelas Menengah, maka semakin cepat pula pertumbuhan ekonomi Indonesia karena dapat memperbesar tingkat konsumsi. Selain itu, kelas Menengah juga memiliki kontribusi besar dalam menyumbang pajak. Kelompok ini tidak hanya bekerja dengan produktivitas tinggi tetapi juga ada yang menjalankan bisnis sehingga mempekerjakan orang lain. Yang terakhir, kelas Menengah juga lebih vokal dalam mendukung proses demokrasi yang lebih baik.

5. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,6 persen

World Bank



Selama 50 tahun terakhir, dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,6 persen, Indonesia mampu berubah menjadi negara dengan tingkat pendapatan menengah. Sekitar 80 persen dari mereka yang pada tahun 1993 berada di kelas Miskin, pada tahun 2014 lalu sudah berada di kelas Menengah. Meningkatkan persentase kelas Menuju Kelas Menengah ini dapat meningkatkan Indonesia menjadi negara dengan status pendapatan tinggi, lebih jauh lagi kesejahteraan masyarakat Indonesia juga akan semakin meningkat. Salah satu caranya adalah membuat lebih banyak kebijakan yang berpihak pada kelas Menengah ini.

Dalam kurun waktu kurang lebih 50 tahun, Indonesia berhasil tumbuh dengan cepat yang sebelumnya sebagai salah satu negara termiskin di dunia menjadi negara dengan status pendapatan menengah.[]