News

Didesak Minta Maaf, Ini 5 Fakta Kisruh Arteria Dahlan dengan Masyarakat Sunda

Fakta kistruh Arteria Dahlan dengan masyarakat Sunda.


Didesak Minta Maaf, Ini 5 Fakta Kisruh Arteria Dahlan dengan Masyarakat Sunda
Kontroversi Arteria Dahlan (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Arteria Dahlan kembali menjadi sorotan. Kali ini, sosok politikus PDIP tersebut menjadi viral dan bahkan dikritik keras oleh banyak orang karena aksinya yang meminta Jaksa Agung untuk mencopot Kajati yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat. Ungkapan ini pun mendapatkan teguran keras terutama dari masyarakat Jawa Barat.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait kisruh yang dialami Ateria Dahlan. 

1. Singgung jaksa yang gunakan bahasa Sunda

Awal kisruh tersebut bermula dari kritikan Arteria terkait Kejaksaan Tinggi yang berbicara Bahasa Sunda saat rapat kerja. Ia menyatakan bahwa ada seorang Kajati yang ketika rapat kerja berbicara menggunakan bahasa Sunda. Ia menambahkan bahwa seharusnya Kajati tersebut berbicara dengan bahasa Indonesia agar orang tidak takut berbicara. Bahkan, ia meminta Jaksa Agung untuk segera menindak dengan tegas sosok Kajati yang menggunakan bahasa Sunda tersebut. 

baca juga:

2. Ditegur Gubernur Jawa Barat

Pernyataan dari Arteria yang menyinggung Kajati berbicara bahasa Sunda tersebut berbuntut panjang. Gelombang protes bermunculan menanggapi pernyataan tersebut. Bahkan, sejumlah tokoh publik pun menyatakan responsnya. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan wakilnya, Uu Ruzhanul Ulum. Bahkan, Ridwan Kamil mendesak Arteria Dahlan untuk meminta maaf kepada warga Sunda karena sikapnya yang berlebihan hingga menyarankan untuk mencopot Kajati yang berbicara bahasa Sunda. 

3. Akui pernyataannya dipelintir

Setelah mengetahui sejumlah tokoh Sunda memberikan pendapatnya, Arteria mengaku sedih karena pernyataannya telah dipelintir. Ia menyatakan bahwa ia tidak berniat mendiskreditkan atau menghina orang Sunda. Salah satu bukti atas pernyataannya tersebut adalah ia mengaku kerap memuji Kejaksaan RI yang kini mayoritas diduduki oleh orang Sunda. Ia menambahkan bahwa ada banyak hal penting lainnya dalam rapat kerja yang dilakukannya bersama Jaksa Agung tersebut. 

4. Dikritik sejumlah ormas

Selain sejumlah tokoh publik, pernyataan Arteria Dahlan tersebut juga dikritik oleh Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS). Ormas tersebut menyatakan bahwa Arteria telah melukai penutur Bahasa Sunda dan bahkan penutur bahasa daerah lain sekaligus bisa saja memberikan persepsi buruk dan berprotensi diskriminasi bahasa. Bahkan, Ormas Sunda ini juga mendesak PDIP untuk melakukan pergantian antar waktu kepada Arteria di Komisi III DPR. 

5. Ditegur keras oleh PDIP

Menanggapi gelombang protes dan sikap Arteria Dahlan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya melakukan tindakan. PDIP memberikan peringatan keras kepada Arteria Dahlan terkait ucapannya ketika rapat kerja dengan Kejaksaan Agung. Pernyataan tersebut juga telah disampaikanoleh Ketua DPP Badan Kehormatan Partai. Bahkan ia menyatakan bahwa Arteria telah melanggar kode etik dan disiplin berorganisasi atas pernyataannya terebut. 

Akibat pernyataan Arteria Dahlan tersebut, sejumlah baliho berisi kritikan hingag kecaman kepada Arteria Dahlan pun terpasang di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. []