News

Didampingi Rieke Diah Pitaloka, 5 Fakta Terbaru Kasus Valencya yang Divonis Bebas

Valencya sempat dituntut satu tahun penjara, setelah dilaporkan suaminya atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis


Didampingi Rieke Diah Pitaloka, 5 Fakta Terbaru Kasus Valencya yang Divonis Bebas
Valencya dan Rieke Diah Pitaloka (Istimewa)

AKURAT.CO, Kasus yang menimpa Valencya sempat menghebohkan publik. Pasalnya, ia sempat dituntut satu tahun penjara, setelah dilaporkan suaminya atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis.

Sebelumnya, Valencya dilaporkan mantan suaminya, Chan Yu Ching, dengan tuduhan kerap memarahi suaminya itu. Sementara itu, menurut  Valencya ia kerap memarahi mantan suaminya karena suaminya kerap mabuk-mabukan.

Kasus Valencya pun kemudian menjadi sorotan publik. Bahkan, politisi PDIP, Rieke Diah Pitaloka, pun turut menjadi pendamping hukum Valencya. Berikut beberapa fakta terbaru kasus Valencya.

baca juga:

1. Valencya divonis bebas

Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Karawang, pada Kamis (2/12) siang, terdakwa Valencya divonis bebas oleh Majelis Hakim. 

Menurut Majelis Hakim yang dipimpin oleh hakim ketua Ismail Gunawan menyebut, Valencya tidak terbukti secara sah melakukan KDRT, sebagaimana dakwaan jaksa.

2. Masih ada beberapa laporan yang harus dihadapi

Meski sudah divonis bebas, Valencya masih harus menghadapi beberapa dakwaan lainnya. Pasalnya, Valencya tidak hanya dilaporkan satu kasus KRDT psikis saja.

3. Valencya tunjuk 11 pengacara baru untuk menghadapi kasus lainnya

Sementara itu, guna menghadapi beberapa laporan yang tersisa, Valencya menunjuk 11 pengacara baru untuk membantu kasus selanjutnya.

4. Rieke Diah Pitaloka dampingi Valencya

Guna mendampingi kasus yang menimpa Valencya, politisi sekaligus aktivis perempuan Rieke Diah Pitaloka mendampingi Valencya terhadap semua laporan yang dilayangkan kepadanya.

5. Rieke Diah Pitaloka sebut dukungan kepada Valencya juga untuk perempuan Indonesia lainnya

Sementara menurut Rieke Diah Pitaloka, dukungannya kepada Valencya merupakan dukungan kepada seluruh perempuan Indonesia yang tengah memperjuangkan keadilan.

"Kita akan terus mengkampanyekan akhir kekerasan perempuan mulai dari sekarang, sesuai dengan tema hari kekerasan terhadap perempuan nasional yang jatuh pada 25 November," ujar Rieke. []