Lifestyle

Dicium Steven Seagal, Yuk Mengenal Senjata Khas Kalimantan Mandau

Steven Seagal mencium senjata khas Kalimantan mandau


Dicium Steven Seagal, Yuk Mengenal Senjata Khas Kalimantan Mandau
Senjata khas Kalimantan, Mandau ( Dokumentasi Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya)

AKURAT.CO Video aktor Hollywood Steven Seagal mengunjungi Kalimantan tengah ramai diperbincangkan di jagat maya.

Dalam video singkat tersebut, Seagal turun dari mobil dengan dikawal oleh sejumlah pengawal. Beberapa orang dengan atribut suku Dayak telah siap menyambutnya.

Salah seorang maju dan berhadapan dengan Seagel. Orang Dayak tersebut kemudian  meletakkan senjata khas Kalimantan, mandau di tanah. Seagal kemudian diminta untuk mencium mandau.

baca juga:

Mandau merupakan sebuah pusaka yang secara turun-temurun digunakan oleh suku Dayak. Melansir situs Kementerian Pendidikan dan Budaya Republik Indonesia, mandau berasal dari asal kata "man" salah satu suku di China bagian selatan. Sementara "dao" berarti golok dalam bahasa China.

Pada zaman dulu mandu digunakan sebagai salah satu peralatan dalam praktik sihir.

Oleh sebab itu, mandau dianggap memiliki unsur magis, terutama yang sudah dipakai secara turun-temurun. 

Selain itu, mandau juga kerap digunakan dalam ritual tertentu seperti pengayauan, perlengkapan tarian adat, perlengkapan upacara, dan perang. 

Saat menghadapi perang antar-suku, mandau yang dibuat dari besi batu gunung memiliki peran utama dalam menghadapi musuh-musuh yang datang ke Pulau Kalimantan, termasuk suku Melayu dan Bangsa Austronesia.

Konon, hanya mandau-mandau yang telah diisi dengan mantera-mantera saja yang mampu menaklukkan kekebalan musuh.

Mandau bahkan digunakan untuk memenggal kepala musuh-musuhnya (adat Pengayauan suku Dayak).  Alhasil, bangsa-bangsa lainnya tidak berani memasuki daerah Kalimantan. 

Sekitar tahun 1943-1945, mandau juga dipergunakan untuk menghadapi orang-orang Belanda dan Jepang yang melarikan diri dari Kalimantan Timur menuju Kalimantan Selatan. 

Selain sebagai alat perang, mandau juga berfungsi sebagai simbol seseorang (kehormatan dan jatidiri).

Oleh sebab itu, senjata ini selalu dibawa oleh pemiliknya untuk menemani dalam melakukan kegiatan keseharian, seperti menebas atau memotong daging, tumbuh-tumbuhan, atau benda-benda lainnya yang perlu dipotong.

Adapun mandau terbagi menjadi tiga bagian, yaitu ulu atau balung (pegangan), kumpang (sarung), dan bilah.

Bentuk bilah mandau menyerupai burung suci Suku Dayak, yaitu tingang, Sementara Sementara, kumpang terbuat dari kayu yang dilapisi tanduk rusa.

Kumpang biasanya dihiasai oleh berbagai ukiran.

Sekilas mandau memang terlihat sama, tetapi apabila dicermati terdapat perbedaan pada lengkungan bilahnya.

Sedangkan perbedaan hiasan pada mandau dapat berfungsi sebagai identitas bagi sub-sub suku Dayak yang memiliki mandau tersebut.

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, mandau harus dirawat dan disimpan dengan baik, karena memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi pemilikinya.[]