News

Dicekal KPK, Ini 5 Fakta Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy sebagai tersangka kasus dugaan suap.


Dicekal KPK, Ini 5 Fakta Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka kasus dugaan suap. Kasus yang menetapkan tiga tersangka tersebut terkait pemberian persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting dari sosok Richard Louhenapessy. 

1. Sosok pejabat politik senior

Richard Louhenapessy merupakan salah satu politisi yang telah lama menjabat di pemerintahan. Kiprahnya sebagai pejabat politik dimulai ketika dirinya menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku pada tahun 1992-1997 silam. Bahkan, ia juga sempat menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Maluku pada tahun 2004-2009. 

baca juga:

2. Politisi Golkar

Sementara itu, karier politik Richard Louhenapessy dimulai sebagai seorang kader Partai Golongan Karya. Pria kelahiran Ambon ini pun sempat menduduki sejumlah posisi strategis di Partai Golkar. Beberapa di antaranya adalah Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku periode tahun 1999-2004, Ketua Dewan Penasehat Partau Golkar Provinsi Maluku periode tahun 2004-2009, hingga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku periode tahun 2009 hingga sekarang. 

3. Wali kota dua periode

Sosok lulusan S1 Fakultas Hukum Unpatti tahun 1985 ini sebelum menjadi seorang politisi ternyata sempat menjadi seorang Pengacara Praktek di Ambon pada tahun 1978-1986. Setelah itu ia juga sempat menjadi Advokat atau Penasehat Hukum pada tahun 1987-1999. Hingga akhirnya Richard diangkat sebagai wali kota Ambon bahkan selama dua periode yaitu tahun 2011-2016 dan 2017-2022. 

4. Berkekayaan hingga Rp12 miliar

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara, Richard melaporkan hartanya ke KPK terakhir pada 19 maret 2021 silam. Tercatat, total kekayaan hartanya mencapai Rp12,49 miliar. Kekayaan tersebut didominasi oleh aset kas dan setara kas senilai Rp8,2 miliar. Sedangkan aset properti senilai Rp4 miliar. Menariknya, Richard tidak memiliki aset alat transportasi sama sekali. 

5. Tersangka dugaan kasus korupsi

Komisi Pemberatantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Richard telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menerima hadiah atau janji terkait persetujuan prinsip pembangunan sejumlah gerai minimarket di Kota Ambon tahun 2020 silam. Selain Richard, KPK juga telah menentukan dua pihak lainnya. 

KPK juga telah meminta pihak Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk melakukan pelarangan bepergian ke luar negeri terhadap setidaknya tiga orang yang terkait dalam kasus ini.[]