Ekonomi

Dibuka Loyo, IHSG Kembali Bertenaga

IHSG sempat dibuka melorot 1,58 poin atau 0,03% ke posisi 6.035,04


Dibuka Loyo, IHSG Kembali Bertenaga
Ilustrasi - Bursa Efek

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka merosot 1,58 poin atau 0,03% ke posisi 6.035,04. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,16 poin atau 0,02% ke posisi 903,97.

Namun selang 5 menit, IHSG mulai merangkak naik ke kisaran level 6.057,833. Tercatat 195 saham menguat, 118 saham melemah dan 203 saham stagnan.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG diprediksi kuat diatas level psikologis 6.000. IHSG (+0.56%) ditutup naik 33.85 poin kelevel 6036.62 dengan saham-saham disektor Perdagangan (+1.06%) dan Infrastruktur (+0.80%) menjadi pemimpin penguatan.

baca juga:

IHSG sempat bergerak terkonsolidasi mengiringi pergerakan yang mixed pada indeks acuan di Asia.

" Investor kembali optimis dengan setelah alami kekhawatiran akibat penurunan cadangan devisa Indonesia yang dirilis dibawah ekspektasi sebesar $137.1 miliar dari ekspektasi $139 miliar dan pemistis dari pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4.8% menjadi 4.3% oleh IMF," papar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Bursa Asia menutup perdagangan dengan bervariasi. Pelemahan terjadi pada indeks HangSeng (-0.91%) dan CSI300 (-0.71%) dan Penguatan pada indeks Nikkei (+0.12%) dan TOPIX (+0.67%) naik. Investor menanti detail dari pertemuan terbaru the Fed.

Saham ANTM, EMTK dan ISAT menjadi leader penguatan IHSG. Kerjasama EV Batterty, Privat Placement EMTK hingga potensi dana segar akibat penjualan menara Indosat menjadi faktor utama.

Bursa Eropa mengikuti pergerakan bursa Asia dengan dibuka bervariasi. Indeks FTSE (+0.81%) dan CAC40 (+0.22%) naik, sedangkan indeks Eurostoxx (-0.07%) dan DAX (-0.02%) turun. Ketidakpastian akan pembukaan kembali ekonomi di Eropa dan kekhawtiran penyebaran Covid-19 varian baru yang meluas menjadi trigger negatif.

" Selanjutnya investor menanti pertemuan IMF dan Grup Bank Dunia 2021 setelah IMF berencana merevisi pertumbuhan ekonomi global," imbuhnya.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first