News

Dibui 27 Tahun, Korban Salah Tangkap China Tuntut Ganti Rugi Rp48 M


Dibui 27 Tahun, Korban Salah Tangkap China Tuntut Ganti Rugi Rp48 M
Sesaat setelah dibebaskan, Zhang Yuhuan menangis bersama putranya Zhang Baogang di rumahnya di Jinxian, provinsi Jiangxi, pada 4 Agustus 2020

AKURAT.CO, Awal Agustus lalu, berbagai media sempat santer memberitakan sosok seorang mantan narapidana China bernama Zhang Yuhuan (52). Pasalnya, Zhang telah mencetak rekor sebagai narapidana tidak bersalah yang dibui dengan hukuman paling lama di China.

Dilansir dari WION, Zhang dari Provinsi Jiangxi, awalnya divonis karena tudingan pembunuhan dua anak laki-laki. Karena inilah, Zhang terpaksa menjalani hukuman penjara hingga 9.778 hari alias 27 tahun.

Pada Agustus lalu, Zhang pun akhirnya dinyatakan tidak bersalah setelah kasusnya dibuka kembali oleh pengadilan. Selain itu, dalam proses pengadilan barunya, Zhang juga menuturkan bahwa ia sebenarnya dipaksa polisi untuk mengaku bersalah.

baca juga:

Kemudian, setelah satu bulan 'absen' dari pemberitaan, kasus Zhang kembali berlanjut. Pada Rabu (2/9) pekan lalu, Zhang pun dilaporkan resmi mengajukan tuntutan ganti rugi kepada pemerintah.

Mengutip dari China Daily, jumlah kompensasi yang diminta Zhang mencapai hingga lebih dari 22,34 juta yuan (Rp48,1 miliar). Puluhan miliar kompensasi ini pun diajukan Zhang kepada Pengadilan Tinggi Jiangxi.

Pengacara Zhang, Cheng Guangxin kemudian menjelaskan bahwa kompensasi terdiri dari sejumlah poin ganti rugi. Di antaranya adalah 10,17 juta yuan (Rp21,9 miliar) untuk kasus salah tangkap Zhang; 1 juta yuan (Rp2,1 miliar) untuk perawatan medis; 10,17 juta yuan untuk penderitaan mental; hingga 1 juta yuan untuk biaya banding.

"Karena kasus salah tangkap, kebebasan klien saya telah dirusak setiap menitnya. Jadi kompensasi (diajukan) atas kasus penahanan yang salah. Menurut saya, dibandingkan dengan orang yang kehilangan kebebasan setelah bekerja delapan jam per hari, (kompensasi Zhang) harus mencapai tiga kali lipat," ucap Cheng.

Senada dengan Cheng, dalam dokumen ajuannya, Zhang mencatat bahwa kompensasi yang ia terima harus bernilai besar. Terlebih lantaran ia telah menjalani hukuman penjara hingga puluhan tahun lamanya.

"Tidak ada yang mau menukar kebebasan 27 tahun dengan kompensasi 5 juta (Rp10,7 miliar) atau 10 juta yuan (Rp21,5 miliar). Jika kompensasi terlalu rendah, itu tidak akan menunjukkan keadilan, meringankan kerusakan mental yang disebabkan oleh penahanan yang salah, atau mencegah kasus salah tangkap (terjadi kembali)," tulis Zhang dalam sebuah pernyataan.

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first