News

Diblokir Medsos Mainstream, Donald Trump Rilis Platform 'Komunikasi' Tandingan

Donald Trump merilis platform komunikasi baru setelah akunnya diblokir Facebook, Twitter, dan YouTube


Diblokir Medsos Mainstream, Donald Trump Rilis Platform 'Komunikasi' Tandingan
Tangkapan layar platform komunikasi baru Donald Trump. (Foto: BBC)

AKURAT.CO, Donald Trump telah merilis laman 'komunikasi' baru yang dikatakannya akan mempublikasikan konten 'langsung dari meja' mantan presiden Amerika Serikat (AS) tersebut.

Dilansir dari BBC, Trump diblokir oleh Twitter dan ditangguhkan oleh Facebook dan YouTube setelah kerusuhan Capitol pada bulan Januari. Itu sebabnya, mulai saat ini, pernyataan rilis persnya akan diunggah melalui laman tersebut. Meski begitu, para pengguna tetap dapat memberikan tanda suka dan juga membagikan unggahannya ke akun Twitter dan Facebook.

Penasihat senior Trump, Jason Miller, sebelumnya telah mengungkapkan perilisan platform media sosial baru ini.

"Platform baru ini akan menjadi besar," ucapnya pada bulan Maret.

Namun, pada Selasa (4/5), Miller mengklarifikasi melalui Twitter bahwa laman baru tersebut bukanlah platform media sosial yang sebelumnya ia pamerkan.

"Kami akan mendapatkan informasi tambahan soal itu dalam waktu dekat," ujarnya.

BBC

Laman baru ini dilaporkan dikembangkan oleh Campaign Nucleus, perusahaan layanan digital yang didirikan oleh mantan manajer kampanye Trump, Brad Parscale. Sejumlah unggahan di laman itu pun mengulangi klaim bahwa Pemilihan Presiden tahun lalu telah dicurangi.

Perilisan ini dilakukan sehari sebelum keputusan dari Dewan Pengawas Facebook tentang apakah akun Trump akan diblokir secara permanen. Keputusan itu akan diumumkan pada Rabu (5/5) jam 9 pagi waktu setempat. Jika ia diizinkan kembali menggunakan media sosial tersebut, Facebook punya 7 hari untuk mengaktifkan kembali akunnya.

Di sisi lain, YouTube mengatakan mereka akan mengaktifkan kembali akun Trump saat ancaman 'kekerasan di dunia nyata' berkurang. Twitter pun telah memblokir secara permanen akun Trump yang punya 88 juta pengikut.

"Umumnya berbagi konten dari laman yang direferensikan diizinkan selama isinya tidak melanggar Peraturan Twitter," terang seorang juru bicara Twitter.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu