News

Diberi Harapan oleh Kim Jong-un, AS Siap Buka Dialog Nuklir dengan Korea Utara

AS akan terus menegakkan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara atas program senjata nuklirnya


Diberi Harapan oleh Kim Jong-un, AS Siap Buka Dialog Nuklir dengan Korea Utara
Sung Kim (kanan) ditunjuk Joe Biden (tengah) sebagai utusan khusus AS untuk Korea Utara. (Foto: REUTERS)

AKURAT.CO, Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Korea Utara Sung Kim mengunjungi Korea Selatan selama 5 hari. Ia pun mengharapkan respons positif segera dari Korea Utara dalam dialog.

Dilansir dari Reuters, perundingan denuklirisasi dengan Pyongyang menemui jalan buntu dan tak ada kabar tentang upaya yang direncanakan untuk menghubungi Korea Utara.

"Kami terus berharap Korea Utara akan merespons positif penjangkauan kami dan tawaran kami untuk bertemu di mana saja, kapan saja, tanpa prasyarat," ungkap Kim.

Ia tiba pada Sabtu (19/6), sehari setelah media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa Kim Jong-un mendesak persiapan dialog maupun konfrontasi dengan AS.

"Kami akan bersiap untuk keduanya karena kami masih menunggu kabar dari Pyongyang untuk diadakannya pertemuan. Semoga disebutnya dialog menunjukkan bahwa kami segera mendapat respons positif," harap Sung Kim.

Sementara itu, AS akan terus menegakkan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara atas program senjata nuklirnya. Negeri Paman Sam juga mendesak negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Kim, yang merangkap sebagai duta besar untuk Indonesia, melakukan pertemuan bolak-balik dengan utusan nuklir utama Korea Selatan, Noh Kyu-duk, serta rapat trilateral yang melibatkan rekannya dari Jepang, Takehiro Funakoshi. Menurut keterangan Noh, ia dan Kim membahas cara untuk bekerja sama dan memfasilitasi dimulainya kembali dialog segera dengan Korea Utara.

Penunjukan Kim dilakukan setelah pemerintahan Presiden AS Joe Biden meninjau kebijakan Korea Utara yang menyimpulkan bahwa AS akan berusaha mencari cara yang dikalibrasi dan praktis untuk mendorong Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya.

Menurut AS pada Minggu (20/6), komentar Kim Jong-un dianggap sebagai sinyal menarik. Meski begitu, Washington masih menunggu komunikasi langsung dari Pyongyang untuk memulai pembicaraan yang berkaitan dengan denuklirisasi Semenanjung Korea.[]