News

Tak Terima Dianiaya, Sopir Truk: Harga Diri Saya Diinjak-Injak!

Tak Terima Dianiaya, Sopir Truk: Harga Diri Saya Diinjak-Injak!
Video sopir truk disanksi push up hingga diinjak (Instagram)

AKURAT.CO, Ahmad Misbah, sopir truk yang disuruh push up hingga diinjak oleh wakil ketua DPRD Depok Tajudin Tabri mengungkapkan kesedihannya usai kejadian, Misbah mengaku tak terima dirinya dipermalukan di depan warga.

"Dia kan sudah mempermalukan saya, sudah menginjak-injak harga diri saya. Kalau dia bisa melakukan hal seperti itu, saya pun kalau ada kesempatan saya bisa membalikkan," kata Misbah kepada wartawan, Sabtu (24/9/2022).

Misbah menyebut kejadian yang telah dilakukan wakil ketua DPRD itu telah merendahkan dirinya. Misbah merasa harga dirinya telah diinjak-injak atas tindakan Tajudin yang disaksikan banyak orang di lokasi.

baca juga:

"Iya (tidak berprikemanusiaan),  saya di situ dipermalukan di depan banyak orang, banyak warga. Banyak orang di situ. Itu sekitar 20 menit (diinjak-injak dan push-up) orang saya dimaki-maki dulu sebelumnya," kata Misbah.

Lebih lanjut, Misbah mengaku telah memaafkan Tajudin, namun ia tetap ingin melanjutkan kasus tersebut di jalur hukum.

"Di pertemuan, itu ketemuan semua di kantor Krukut, dia (Tajudin) minta maaf. Cuma kan kalau soal maaf, minta maaf, semua orang bisa melakukannya, tapi harga diri ini," katanya.

Sebelumnya, video Wakil Ketua (Waka) DPRD Depok Tajudin Tabri yang menyuruh sopir truk push up dan guling-guling di tengah jalan viral di media sosial (medsos). Atas kejadian ini, Tajudin pun memberikan klarifikasi.

Dia menyebut, kejadian itu diluar kontrolnya. Sebab, dia mengaku naik pitam seketika melihat adanya peristiwa truk tersangkut pipa gas pada kawasan tersebut.

“Saya ingin mengklarifikasi kejadian tadi karena memang viral ya, saya secara pribadi terutama kejadian itu karena di luar batas kemampuan atau kontrol saya,” ungkapnya.

Tajudin menjelaskan, emosinya tersulut seketika truk proyek Tol Cijago kembali merusak portal yang ada di kawasan Krukut, Kecamatan Limo. Sebab, kejadian itu sudah terjadi setidaknya tiga kali.

“Kenapa demikian, karena ini kejadian sudah yang ketiga kali. Ketika kejadian kedua saya juga turun,” terangnya. []