News

Dianggap Tidak Komitmen, AS Tekankan Denuklirisasi Korea Utara Jadi Prioritas Utama

Dianggap Tidak Komitmen, AS Tekankan Denuklirisasi Korea Utara Jadi Prioritas Utama
AS tekankan denuklirisasi Korut tetap jadi prioritas utama (businessinsider.com)

AKURAT.CO, Pemerintah Amerika Serikat melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa denuklirisasi program senjata nuklir dan misil balistik Korea Utara tetap jadi prioritas utama AS dan Washington.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Ned Price, menyatakan bahwa kurangnya keterlibatan langsung pemerintahan Biden dengan Korea Utara seharusnya tidak dilihat sebagai indikasi bahwa tantangan yang ditimbulkan oleh program senjata tersebut bukanlah prioritas. Sebaliknya, seharusnya hal tersebut dilihat sebagai prioritas AS untuk memastikan bahwa AS telah melakukan kerja sama diplomatik, bahwa AS telah berhubungan dekat dengan mitra dan sekutunya.

“Dan premis utamanya adalah kita tetap berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi kepada Korea Utara,” tegas Ned.

Pemerintahan Biden juga mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan peninjauan secara menyeluruh dari kebijakan Korea Utara dengan berkonsultasi ke sejumlah sekutu, terutama Korea Selatan dan Jepang, setelah sebelumnya Presiden Donald Trump gagal membujuk Pyongyang untuk menutup senjata nuklirnya.

Sebuah laporan rahasia PBB yang diberitakan oleh Reuters pada Senin (8/2) lalu memperlihatkan program pengembangan nuklir dan misil balistik Korea Utara selama tahun 2020 lalu dilakukan secara ilegal dan melanggar sanksi internasional, termasuk didanai oleh uang hasil curian siber senilai USD 300 juta.

Kurt Campbell, pejabat senior wilayah Asia dari pemerintahan Biden, juga telah menyatakan bahwa pemerintah harus segera bertindak cepat dalam menentukan cara dalam mendekati Korea Utara dan tidak mengulangi penundaan di era Obama yang menyebabkan langkah provokatif dari Pyongyang yang mengakibatkan gagalnya pencapaian kesepakatan.

Sekretaris Kementerian Luar Negeri, Antony Bilken, setelah mendiskusikan kasus ini dengan perwakilan Korea Selatan pada Kamis (11/2) lalu menyatakan bahwa sanksi tambahan yang dikoordinasikan dengan sekutu bisa digunakan untuk menekan denuklirisasi Korea Utara.

Sebelumnya, dalam kampanye pilpres lalu, Biden menyebut Kim Jong-Un sebagai seorang seorang ‘preman’. Selain itu Biden juga menyatakan bahwa dirinya akan bertemu dengan Kim jika Kim telah setuju untuk menutup kegiatan nuklirnya. []

baca juga:

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu