Olahraga

Dianggap Merendahkan Perempuan, Ketua Penyelenggara Olimpiade Tokyo Dituntut Mundur

Dianggap Merendahkan Perempuan, Ketua Penyelenggara Olimpiade Tokyo Dituntut Mundur
Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Yoshiro Mori, dalam sebuah rapat dengan dewan eksekutifnya di Tokyo, Senin (30/3). (REUTERS/Issei Kato)

AKURAT.CO, Ketua Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Yoshiro Mori, didesak mundur dari jabatannya karena dianggap merendahkan perempuan dalam rapat daring Komite Olimpiade Jepang (JOC) beberapa waktu lalu. Bekas Perdana Menteri Jepang berusia 83 tahun tersebut meminta maaf atas tindakannya.

Tuntutan mundur Mori muncul setelah ia mengatakan bahwa perempuan terlalu banyak bicara sehingga keberadaan mereka di JOC mesti dibatasi. Saat ini, ada tujuh perempuan dalam keanggotaan JOC.

“Wanita punya naluri rivalitas yang kuat. Jika salah seorang mengangkat tangannya untuk bicara, yang lain merasa perlu bicara juga. Akhirnya semuanya mengatakan sesuatu,” kata Mori sebagaimana dipetik dari The Guardian.

baca juga:

“Jika saya terlalu banyak bicara, suratkabar akan menulis bahwa saya mengatakan hal yang buruk, tetapi saya mendengar seseorang bilang bahwa jika kita menambah jumlah anggota wanita, kita harus mengatur waktu bicara untuk diperpanjang, atau kita tidak akan bisa mengakhirinya. Saya tidak bakal bilang siapa yang mengatakan itu.”

Ucapan tersebut memicu protes di media sosial dengan hashtag “Mori, mundurlah” yang menjadi trending di Jepang. Sementara itu, mantan peraih medali perak judo olimpiade negara tersebut, Noriko Mizoguchi, mencuitkan kode etik Komite Olimpiade Internasional tentang penolakan terhadap bentuk pelecehan apapun.

Adapun Direktur JOC yang giat mengkampanyekan keterwakilan perempuan, Kaori Yamaguchi, menegaskan bahwa Mori telah merusak pesan yang ingin disampaikan melalui Olimpiade Tokyo.

“Kesetaraan gender dan pertimbangan terhadap orang-orang dengan disabilitas seharusnya diterapkan untuk olimpiade Tokyo. Sangat disayangkan melihat presiden komite penyelenggara mengucapkan hal tersebut,”kata Yamaguchi.

Namun demikian, Mori menolak mundur dan mengaku bersalah karena ia dikecam oleh wanita-wanita terdekatnya. Ia bersitegas telah bekerja keras untuk olimpiade selama tujuh tahun terakhir.

“Istri saya marah pada saya semalam. Dia bilang, ‘kau sudah terlalu jauh dan mengatakan sesuatu yang bodoh lagi. Kau memusuhi perempuan dan saya adalah salah satu yang harus merasakannya’,” ucap Mori tentang kemarahan istrinya.

“Saya tidak berpikir untuk mundur. Saya sudah bekerja keras dan memberikan diri saya untuk membantu (Olimpiade Tokyo) selama tujuh tahun. Saya tidak akan mundur.”[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu