Ekonomi

Diancam Eropa Soal Ekspor Sawit, Gapki: Indonesia Ketakutan? Tidak!

Diancam Eropa Soal Ekspor Sawit, Gapki: Indonesia Ketakutan? Tidak!
Pekerja memindahkan kelapa sawit ke dalam kendaraan pengangkut saat panen di kawasan Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, Selasa (29/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengakui tidak khawatir dengan Undang-Undang Produk Bebas Defortasi Uni Eropa yang melarang impor produk terkait defortasi termasuk minyak kelapa sawit.

“Pasar sawit itu akan tetap tumbuh karena ini basic need untuk makan, energi, industri. Jadi Indonesia ketakutan kehilangan Eropa? Tidak, karena pasar yang lain akan terus tumbuh dengan baik,” kata Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Joko menilai, sebenarnya Eropa juga tidak ingin melarang sawit. Pasalnya saat Indonesia melarang ekspor pada 2022, Eropa juga kebingungan mencari negara pengekspor sawit akibat kebutuhan industri yang cukup tinggi di Benua Biru tersebut.

baca juga:

“Buktinya pelarangan ekspor pun kebingungan dan ngejar-ngejar Presiden juga,” ucapnya.

Indonesia, lanjutnya, seharusnya fokus untuk memperjuangkan sawit masuk dalam perdagangan global, di mana pun pasarnya. Sebab, kuota impor sawit dari negara-negara lain terus meningkat.

GAPKI mencatat sepuluh negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia berturut-turut adalah China, India, Amerika Serikat, Pakistan, Malaysia, Belanda, Bangladesh, Mesir, Rusia dan Italia. Peringkat Amerika Serikat pun naik dari peringkat 5 pada tahun 2022 menjadi peringkat 3 sebagai negara pengimpor utama produk sawit Indonesia pada tahun 2022.

“Amerika Serikat sudah 2 juta lebih, padahal dulu cuma 400.000-an,” ujar Joko.

Ia menyebut, banyak negara bagian Amerika Serikat yang menggunakan biodiesel, sehingga dari sisi makanan dan energi pertumbuhannya cukup bagus karena permintaan yang juga terus naik.

“Yang jauh lebih penting bagaimana strategi diplomasi. Contohnya UU Deforestasi, Indonesia melakukan usaha termasuk melalui tim support dan kampanye jadi mestinya orang melihat kita bisa me-lobby,” jelas dia. []