Olahraga

Diancam Dorna Sports Bakal Batalkan MotoGP Indonesia, Sandiaga Uno Tak Terima

Sandiaga Uno menjawab ancaman Dorna Sports soal bakal membatalkan ajang MotoGP Indonesia jika terapkan karantina.


Diancam Dorna Sports Bakal Batalkan MotoGP Indonesia, Sandiaga Uno Tak Terima
Tampak suasana di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (19/11/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta mengancam bakal membatalkan ajang MotoGP jika tetap memberlakukan aturan wajib karantina bagi peserta dan kru. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiago Uno angkat bicara.

Dia mengatakan bahwa Indonesia sendiri memiliki aturan yang cukup ketat, yakni akan mempertimbangkan adanya karantina untuk tamu dari luar negeri termasuk pembalap dan kru tim MotoGP.

Rencana Carmelo Ezpeleta pun langsung mendapatkan tanggapan dari Sandiaga Uno, yang mengatakan pemerintah tak terima diancam pihak tertentu yang siap membatalkan ajang MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika.

baca juga:

“Saya ingin sampaikan di sini secara tegas kita ini negara hukum. Indonesia adalah negara hukum yang sudah menerapkan pengendalian pandemi COVID-19 sesuai dengan kaidah terbaik, dan kita sudah menjadi best practice,” kata Sandiaga Uno, dilansir dari Antara.

Menparekraf menilai bahwa langkah yang dilakukan oleh Indonesia karena sedang fokus dalam menangani pandemi dan kebijakan ekonomi.

Karenanya, Sandiaga Uno menyatakan pemerintah tidak akan menerima ancaman dari pihak yang mengaku siap membatalkan ajang MotoGP karena kebijakan penanganan pandemi pemerintah.

“Kita akan selesaikan kewajiban (penanganan pandemi dan kebangkitan ekonomi) kita,” ujar Sandiaga Uno.

Lebih lanjut Sandiaga Uno menyampaikan travel bubble menjadi skema yang diterapkan pada periode karantina yang berlaku untuk kru, pembalap, dan penyelenggara resmi (officials) MotoGP.

Ketentuan karantina tersebut mengatur kru, pembalap, dan officials MotoGP untuk menginap di sebuah hotel khusus yang telah disediakan.

Seluruh petugas yang terlibat di hotel maupun di Sirkuit Mandalika seperti supir, pengurus hotel, petugas kebersihan, dan kru lokal, tak diizinkan berinteraksi secara fisik dengan pihak di luar bubble.

“Skema travel bubble ini sudah akan diterapkan sejak ketibaan seluruh pembalap, kru, dan officials di Malaysia untuk pre-season test sebelum berangkat ke Mandalika di bulan Februari (2022),” ujar Sandiaga Uno.

Para pembalap, kru, dan officials MotoGP di Mandalika tetap dapat melakukan persiapan yang diperlukan walaupun sedang melakukan karantina.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com