News

Diancam Dipolisikan, Anies Stop Revitalisasi Monas


Diancam Dipolisikan, Anies Stop Revitalisasi Monas
Revitalisasi Monas (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya mengalah setelah pimpinan DPRD DKI Jakarta mengancam memperkarakan dirinya ke pihak kepolisian bila nekat meneruskan revitalisasi Monumen Nasional tanpa rekomendasi dari Sekretariat Negara (Setneg).

Sebelumnya Anies terkesan cuek dengan permintaan komisi D DPRD DKI yang meminta proyek ini diberhentikan sementara lantaran dianggap melanggar Keppres 25/1995 tentang pembangunan kawasan Medan Merdeka di Ibu Kota Jakarta.

Pantauan AKURAT.CO Rabu (29/1/2020) semua pintu pagar di kawasan yang direvitalisasi ini dikunci rapat-rapat. Awak media tak diperkenankan masuk ke dalam area ini. 

View this post on Instagram

Pimpinan DPRD DKI Jakarta mengancam akan memperkarakan Anies ke pihak kepolisian bila nekat meneruskan revitalisasi Monumen Nasional tanpa rekomendasi dari Sekretariat Negara (Setneg). -- Sebelumnya Anies terkesan cuek dengan permintaan komisi D DPRD DKI yang meminta proyek ini diberhentikan sementara lantaran dianggap melanggar Keppres 25/1995 tentang pembangunan kawasan Medan Merdeka di Ibu Kota Jakarta. -- Pantauan AKURAT.CO Rabu (29/1/2020) semua pintu pagar di kawasan yang direvitalisasi ini dikunci rapat-rapat. Awak media tak diperkenankan masuk ke dalam area ini. -- Beberapa pekerja yang ditemui di lapangan mengaku pengerjaan diberhentikan sementara sampai waktu yang belum ditentukan. -- “Bilangnya sih hari ini enggak boleh kerja dulu. Enggak tahu besok udah mulai kerja lagi atau belum,” kata salah satu pekerja yang menolak menyebutkan namanya. -- Sementara itu beberapa pekerja lainnya terlihat duduk berkelompok di salah satu sudut di luar pagar kawasan monas sisi Selatan yang direvitalisasi ini. Mereka tampak tak mengerjakan apa-apa. -- Berbagai perlengkapan seperti alat berat serta truk pengangkut tanah galian juga terlihat tak beroperasi sebagaimana mestinya. -- Kawasan ini yang biasa bising dengan suara kendaraan alat-alat berat terdengar hening,tanda tak ada kegiatan yang dilakukan di dalam area ini. -- “Dari semalam, ekskavator dan truk udah enggak jalan. Semuanya dimatikan. Tunggu perintah baru dijalankan lagi,” kata pekerja proyek tersebut. . Naskah: Yohanes Antonius #Akuratco #BeritaTerkini #BeritaPilihan #InfoTerkini #Berita #JakartaHariIni #Monas #AniesBaswedan #Revitalisasi #RevitalisasiMonas #PemprovDKI #GubernurDKIJakarta #Jakarta #Indonesia #Trending #TrendingTopic #Viral #Instagram #InstaLike #like4likes

A post shared by AKURATCO (@akuratco) on

Beberapa pekerja yang ditemui di lapangan mengaku pengerjaan diberhentikan sementara sampai waktu yang belum ditentukan. 

“Bilangnya sih hari ini enggak boleh kerja dulu. Enggak tahu besok udah mulai kerja lagi atau belum,” kata salah satu pekerja yang menolak menyebutkan namanya.

Sementara itu beberapa pekerja lainnya  terlihat duduk berkelompok di salah satu sudut di luar  pagar kawasan monas sisi Selatan yang direvitalisasi ini. Mereka tampak tak mengerjakan apa-apa.

Berbagai perlengkapan seperti alat berat serta truk pengangkut  tanah galian juga terlihat tak beroperasi sebagaimana mestinya.

Kawasan ini yang biasa bising dengan suara kendaraan alat-alat berat terdengar hening,tanda tak ada kegiatan yang dilakukan di dalam area ini.

“Dari semalam, ekskavator dan truk udah enggak jalan. Semuanya dimatikan. Tunggu perintah baru dijalankan lagi,” kata pekerja proyek tersebut.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Parastio Edi Marsudi mengancam akan melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polisi bila masih nekat melanjutkan revitalisasi Monumen Nasional (Monas) tanpa rekomendasi dari Sekretariat Negara.

Pimpinan DPRD DKI Jakarta bersama pihak Pemprov DKI telah menggelar rapat bersama untuk membahas revitalisasi Monas.

Usai rapat mereka melakukan tinjauan bersama. Disepakati mulai Rabu (29/1/2020) besok Revitalisasi diberhentikan sementara.

“Kalau (peraturan) ini terus ditabrak, kami akan jalankan langkah ke depan, mungkin kami bisa melaporkan sesuatu kepada pihak kepolisian atau KPK," ucapnya, Selasa (27/1/2020).[]

Ainurrahman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu