News

Diam-diam, Kasus Dugaan Korupsi Formula E Ternyata Sudah Sampai Tahap Ini!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan masih terus mendalami adanya dugaan korupsi penyelenggaraan balapan Formula E.


Diam-diam, Kasus Dugaan Korupsi Formula E Ternyata Sudah Sampai Tahap Ini!
Deputi Penyidikan KPK Karyoto (DOK: KPK)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan masih terus mendalami adanya dugaan korupsi penyelenggaraan balapan Formula E.

Hal itu tetap dilakukan meski penyelenggaran ajang balap mobil listrik internasional Formula E telah selesai pada Juni 2022.

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto menyebutkan, hingga sampai saat ini penyelidikan terhadap perkara Formula E masih berlangsung.

baca juga:

"Penyelidikan masih berjalan," ujar Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Kendati begitu, Karyoto enggan merinci lebih jauh terkait perkembangan pada perkara tersebut. Ia menyebut hal itu tak bisa ia lakukan lantaran status perkara masih dalam tahap penyelidikan. 

Karyoto juga kembali menyebut bahwasannya pihaknya masih terus mendalami adanya dugaan korupsi pada perkara itu. Ia berharap perkara tersebut dapat menemui titik terang dan kejelasan yang lebih pasti.

"Saya akan konsisten Formula-E masih lidik, kami tidak berani menjawab. Doakan saja cepet selesai lah, selesainya bagaimana? selesainya yang terbaik, kan gitu," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi pernah dimintai keterangan serta klarifikasi oleh KPK terkait dugaan korupsi Formula E pada Selasa (22/3/2022).

Usai dimintai keterangan, Prasetyo menyampaikan, selama pemeriksaan, dirinya diajukan pertanyaan oleh tim penyelidik KPK mengenai anggaran Formula E senilai Rp180 miliar.

"Jadi mengenai mekanisme, saya pertama-tama apresiasi dengan diundangnya saya kedua kali untuk masalah concern-nya, masalah Formula E," ucap Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (22/3/2022).

"Yang kedua mengenai Rp180 miliar uang yang sebelum menjadi Perda APBD sudah dikeluarkan melalui Bank DKI, Dispora, itu saja," sambung dia.

Prasetyo menjelaskan, terdapat anggaran Formula E yang dibuat tanpa konfirmasi oleh anggota Dewan di DPRD DKI. Maka dari itu, jelasnya, KPK pun menanyakan soal pembahasan anggaran ini kepada dirinya.

"Ada penambahan-penambahan. Di sini kan dalam persetujuan rencana memang. Ya ada persetujuan rencana, tetapi mengenai penganggarannya kan dibahas di Badan Anggaran. Nah dalam pembahasan Badan Anggaran, sebelum menjadi Perda minjam lah uang Dispora itu ke Bank DKI Rp180 miliar, itu saja penekanannya di situ," papar dia.

Namun demikian, Pras mengaku tidak mengetahui terkait adanya masalah pada anggaran Formula E tersebut.

"Kita enggak tahu, masalah anggaran mereka-mereka yang buat, tidak tahu," imbuhnya.

Ia juga meminta KPK agar menjalankan pemeriksaan terkait dugaan korupsi Formula E ini secara transparan dan akuntabel.

"Ya saya mengimbau kepada KPK untuk transparan, dan akuntabel untuk permasalahan Formula E ini ya," pungkasnya. []