News

Dialog Islam-Khonghucu, Ma'ruf Amin: Bentuk Nyata Merawat Kerukunan

Ma'ruf Amin mengapresiasi Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) selenggarakan Dialog Islam-Khonghucu.


Dialog Islam-Khonghucu, Ma'ruf Amin: Bentuk Nyata Merawat Kerukunan
Ma'ruf Amin ketika membuka membuka acara Syiar Islam dan Istighotsah Kubra dalam rangka Tarhib Ramadan melalui konferensi video dari Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Sabtu (10/4/2021). (Dok Setwapres)

AKURAT.CO, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengapresiasi Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) selenggarakan Dialog Islam-Khonghucu. Menurutnya, dialog tersebut layak disambut baik karena menjadi wujud sinergi merawat kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Saya mengapresiasi forum Dialog Islam dan Khonghucu sebagai bentuk nyata upaya merawat serta memperkuat kerukunan, khususnya antara umat Islam dan umat Khonghucu,” kata Maruf Amin lewat keteranan Biro Setwapres, Minggu (10/04/2021).

Upaya tersebut, lanjut Ma'ruf Amin, sejalan dengan arah dan tujuan didirikannya Matakin pada 1923 sebagai satu-satunya lembaga agama Khonghucu tertinggi di Indonesia.

“Matakin bertujuan untuk mengembangkan umat Khonghucu agar dapat mengamalkan ajaran agamanya dengan baik, sehingga mampu memperbarui diri dan berpartisipasi aktif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

Sementara  itu, Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat Matakin Budi S. Tanuwibowo mengemukakan, umat perlu mengetahui perbedaan-perbedaan antara satu agama dengan agama lainnya, semata adalah untuk mengembangkan sikap saling menghormati. Sementara itu, persamaan-persamaan yang ada dapat dijadikan landasan untuk memperkuat kerukunan umat di Indonesia. 

“Jangan lagi bangsa Indonesia dipecah-pecah atau sengaja diretakkan oleh perbedaan-perbedaan, terutama oleh perbedaan agama dan keyakinan. Mudah-mudahan kita semua semakin sadar bahwa agama untuk manusia, untuk kemanusiaan,” ucap Budi.

Sebagai informasi, Dialog Khonghucu-Indonesia bertema “Tuhan dan Ketuhanan dalam Perspektif Islam-Khonghucu” dipilih Matakin sebagai bentuk perayaan hari lahirnya khusus untuk tahun ini, karena dewasa ini berkembang fenomena pergeseran makna Tuhan dan ketuhanan seiring perubahan peradaban manusia.

Selain itu, kedua agama sering dikesankan jauh berbeda. Untuk itu, forum ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman nilai-nilai Islam dan Khonghucu di Indonesia sebagai upaya mempererat persaudaraan di antara kedua umat beragama tersebut.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu