Olahraga

Di Tokyo, Ruang Gerak Atlet Terikat Jadwal yang Disusun KOI

KOI telah mengirimkan jadwal aktifitas atlet yang disyaratkan oleh penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 kepada seluruh komite olimpiade negara peserta.


Di Tokyo, Ruang Gerak Atlet Terikat Jadwal yang Disusun KOI
Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan saat latihan di mess Kwini Marinir, Jakarta, Senin (3/12/2018). Eko menargetkan medali emas Olimpiade 2020 di nomor 61 kg yang akan berlangsung di Tokyo, China. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) secara resmi telah memasukkan jadwal aktifitas atlet selama di Olimpiade Tokyo 2020. Penyerahan jadwal ini merupakan syarat wajib dari penyelenggara Tokyo 2020 terhadap seluruh komite olimpiade negara peserta.

Sekretaris Jenderal KOI, Ferry J Kono, mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan melingkupi ruang gerak atlet Indonesia selama di Jepang. Terutama dalam hal penyesuaian dengan protokol kesehatan sehubungan dengan pandemi virus corona (COVID-19).

“Jadi atlet tidak bisa kemana-mana karena di dalam perencanaan itu sudah kami submit rencana kegiatan atlet. Misalnya, atlet A dia masuk Kampung Atlet tanggal berapa, pukul berapa, bertanding hari apa, latihannya di mana,” kata Ferry di Jakarta, Rabu (23/6), sebagaimana dipetik dari Antara.

Sesuai aturan, KOI harus mengirimkan jadwal dan rencana aktifitas empat pekan sebelum atlet bersangkutan berangkat ke Jepang. Untuk tahap pertama adalah atlet cabang bulutangkis yang dijadwalkan terbang ke Tokyo pada 8 Juni untuk sebelumnya menjalani pemusatan latihan di Kumamoto.

Menurut Ferry, atlet peserta olimpiade akan dipantau secara ketat oleh pelatnas masing-masing sebelum berangkat ke Jepang. Dua hari sebelum lepas landas, para atlet juga diwajibkan menjalani swab PCR di rumah sakit atau klinik yang sudah ditunjuk Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

“Kemudian sampai di bandara Jepang akan dites ulang. Setelah itu masing-masing atlet akan dipantau menggunakan aplikasi yang sudah disiapkan panitia dan (kegiatan atlet) harus sesuai dengan activity monitoring plan yang sudah kami submit sebelumnya,” ucap Ferry.

“Mereka yang negatif COVID-19 akan diantar dengan bus dari panitia langsung ke Kampung Atlet. Tapi apabila di tes itu ada yang terindikasi terpapar, dia akan dipisahkan dan akan melakukan isolasi mandiri di tempat yang akan ditentukan panitia.”

Saat ini, Indonesia sudah mendaftarkan 28 atlet yang tersebar di delapan cabang olahraga Olimpiade Tokyo dengan peluang tambahan di cabang senam dan voli pantai. Setelah kloter pertama dari cabang bulutangkis berangkat pada 8 Juli, kloter berikut akan terbang pada 18 Juli.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co