News

Di tengah Perang Ukraina, Putin Genjot Jumlah Prajurit Rusia

Di tengah Perang Ukraina, Putin Genjot Jumlah Prajurit Rusia
Anggota layanan pasukan Rusia naik di atas kendaraan lapis baja di daerah yang dikuasai Rusia di wilayah Zaporizhzhia di Ukraina ( Alexander Ermochenko/Reuters)

AKURAT.CO, Di tengah aksi militer Rusia di Ukraina, pemimpin Kremlin Vladimir Putin telah memerintahkan militernya untuk menambah jumlah tentara.

Dilaporkan bahwa tambahan yang diminta mencapai hingga 137 ribu tentara, menjadikan total prajurit Rusia menjadi 1,15 juta orang. 

Keputusan Putin itu, yang dirilis pada Kamis (25/8) akan mulai berlaku pada 1 Januari 2023.

baca juga:

Perintahnya tidak merinci apakah dalam menggenjot jumlah tentara, militer akan meningkatkan pangkat dengan menyusun wajib militer dalam jumlah yang lebih besar, meningkatkan jumlah tentara sukarelawan atau menggunakan kombinasi keduanya.

Langkah pada Kamis akan mendongkrak jumlah keseluruhan personel militer Rusia menjadi 2.039.758, termasuk 1.150.628 prajurit. Perintah sebelumnya, untuk awal 2018, menempatkan jumlah militer, masing-masing untuk personel militer adalah 1.902.758, dan prajurit sebanyak 1.013.628.

Belum segera diketahui apakah tambahan prajurit itu ada hubungannya langsung dengan perang di Ukraina.

Namun, Kremlin sendiri sempat mengatakan bahwa hanya tentara kontrak sukarela yang ambil bagian dalam apa yang mereka sebut sebagai 'operasi militer khusus'.

Sementara itu, media Rusia dan organisasi non-pemerintah, mengungkap bagaimana otoritas Moskow telah berusaha meningkatkan jumlah pasukan yang terlibat dalam konflik Ukraina. Disebutkan bahwa untuk memupuk jumlah pasukan, mereka akan menarik lebih banyak sukarelawan, melibatkan kontraktor militer swasta dan bahkan menawarkan amnesti kepada beberapa tahanan dengan imbalan tur tugas militer.

Otoritas regional juga dilaporkan telah mencoba untuk memperkuat barisan, termasuk membentuk batalyon sukarelawan yang akan dikerahkan ke Ukraina.

Semua pria Rusia berusia 18-27 wajib menjalani satu tahun di militer. Akan tetapi, sebagian besar dari mereka telah menghindari wajib militer karena alasan kesehatan atau penangguhan yang diberikan kepada mahasiswa. Jumlah pria yang menghindari wajib militer sangat besar di Moskow dan kota-kota besar lainnya.

Militer Rusia mengumpulkan wajib militer dua kali setahun, mulai 1 April dan 1 Oktober. Selama musim semi terbaru awal tahun ini, Putin memerintahkan penyusunan 134.500 wajib militer. Sementara untuk musim gugur lalu, jumlahnya lebih sedikit, yakni hanya mencapai 127.500 wajib militer.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kremlin telah menekankan peningkatan untuk bagian tentara kontrak sukarela lantaran mereka sedang berusaha untuk memodernisasi tentara dan meningkatkan kesiapannya. Sebelum Moskow menerjunkan pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, militer Rusia memiliki lebih dari 400ribu tentara kontrak, termasuk sekitar 147ribu orang untuk pasukan darat.

Jumlah wajib militer selanjutnya diperkirakan akan naik menjadi sekitar 270ribu, dengan sisanya adalah perwira dan bintara.

Di tengah Perang Ukraina, Putin Genjot Jumlah Prajurit Rusia - Foto 1
 Pasukan Rusia menjaga pintu masuk Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Air Kakhovka, di wilayah Kherson, Ukraina selatan- AP Photo

Tekanan pada militer Rusia

Pengamat militer telah mencatat bahwa jika kampanye Ukraina makin berlarut-larut, angka-angka itu jelas tidak akan cukup untuk mempertahankan operasi Rusia di Ukraina, dimana mereka telah menyatakan tujuan membentuk satu juta militer yang kuat.

Sejauh ini, Rusia belum membeberkan berapa banyak korban yang dideritanya selama perang di Ukraina. Sementara sejak minggu-minggu pertama invasi, Moskow mengatakan 1.351 tentaranya telah tewas.

Namun, perkiraan Barat menyebut bahwa jumlah sebenarnya, dari para tentara Rusia yang tewas, bisa mencapai setidaknya 10 kali lipat dari yang dilaporkan. Sedangkan Ukraina mengaku telah membunuh atau melukai sedikitnya 45ribu tentara Rusia sejak konflik dimulai.

Kolonel pensiunan Viktor Murakhovsky, bagaimanapun, mencatat bahwa keputusan Putin pada Kamis telah mencerminkan adanya tekanan untuk mengisi barisan di tengah aksi militer di Ukraina.

Dalam komentar yang disiarkan outlet berita online RBC, Murakhovsky mengatakan bahwa Kremlin kemungkinan akan mencoba untuk tetap mengandalkan tentara sukarelawannya. Diperkirakan pula bahwa para tentara itu akan mengisi sebagian besar peningkatan yang telah dipesan oleh Kremlin. []