News

Di Tengah Corona, Warga di India Gelar Pernikahan Katak untuk Minta Hujan 

Oleh warga India, tradisi itu biasa dijuluki sebagai upacara 'Banger Biye'.


Di Tengah Corona, Warga di India Gelar Pernikahan Katak untuk Minta Hujan 
Adat ini dimaksudkan untuk menyenangkan Dewa Hujan, Indra (Pinterest)

AKURAT.CO, Baru-baru ini, warganet ramai memperbincangkan aksi yang dilakukan para pekerja kebun teh di sebuah desa di negara bagian Tripura, India. Pasalnya, meski negaranya sedang bergulat dengan tsunami corona, mereka justru menjalankan tradisi pernikahan katak. 

Ritual pernikahan katak di desa Tripura itupun kini viral di media sosial. Pertama diunggah oleh media lokal ANI, video menunjukkan dua katak yang didandani dengan pakaian adat layaknya pengantin manusia. 

Di video itu, terlihat pula dua wanita saling mendekatkan katak jantan dan katak betina. Saat itu, wanita yang memegang katak jantan tampak berulang kali mengoleskan vermillion atau sindoor ke dahi katak betina. 

Sesuai dengan tradisi pernikahan Hindu, kedua katak itu juga saling bertukar karangan bunga. Sebelum mengikat simpul, kedua sejoli itu diketahui sempat dibiarkan berenang di sungai.

"Dua katak menikah dengan melakukan semua ritual mulai dari mandi di kolam atau sungai hingga memakai pakaian baru, pertukaran karangan bunga, dan mengoleskan vermilion (sindoor)," tulis ANI dala laman Twitternya. 

Aksi mengawinkan kodok lengkap dengan upacara pernikahan bukanlah hal yang umum terjadi negara lain. Namun, di India, hal itu sudah menjadi pemandangan biasa. 

Oleh warga India, tradisi itu biasa dijuluki sebagai upacara 'Banger Biye'. Adat istiadat itu tidak lain dimaksudkan untuk menyenangkan Dewa Indra, dewa hujan di jajaran Hindu. 

Dengan menggelar upacara 'Banger Biye' inilah, penduduk desa berharap bisa menikmati curah hujan yang baik yang pada gilirannya akan melindungi kebun teh dari kekeringan.

Pada 2019 lalu, warga di India juga sempat mengggelar Banger Biye di kota Bhopal, Madhya Pradesh. Namun, baru dua bulan menikah, dua katak itu kemudian 'dipaksa bercerai' karena curah hujan datang berlebih.

"Dua bulan setelah pernikahan, katak bercerai untuk menghentikan hujan di Bhopal," tulis India Today pada 12 September 2019. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co