Lifestyle

Di Rumah Aja, Masyarakat Dianjurkan Miliki Alat Ukur Tekanan Darah Sendiri

Untuk mengontrol kondisi tekanan darah saat pandemi, dokter menganjurkan masyarakat memiliki alat ukur tekanan darah sendiri


Di Rumah Aja, Masyarakat Dianjurkan Miliki Alat Ukur Tekanan Darah Sendiri
Ilustrasi orang cek tekanan darah (HEALTHFOCUS.MU)

AKURAT.CO, Memeriksa tekanan darah secara rutin dengan alat pengukur tensi saat pandemi dapat dilakukan di rumah. Maka masyarakat dianjurkan memiliki alat tes tensi darah sendiri agar tetap dapat memantau kondisi, sekaligus menghindari risiko stroke dan serangan jantung.

Sekretaris Jendral Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr. Eka Harmeiwaty menganjurkan masyarakat untuk memilih alat yang dipakai di bagian lengan, bukan jari atau pergelangan tangan.

"Carilah alat yang mudah dioperasikan, yakni digital," kata Eka dalam webinar, Jumat (26/02/2021).

Pilihlah produk dari jenama yang sudah mendapatkan validasi internasional, di mana sudah banyak brand seperti itu yang hadir di Indonesia, imbuh dia. Masyarakat idealnya memilih alat yang dijual agen resmi di Indonesia.

"Idealnya bisa dikalibrasi, cari yang agennya di Indonesia agar bisa dikalibrasi," jelas Eka.

Dokter Spesialis syaraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita itu mengatakan, deteksi dini pada kelompok usia dewasa yang berumur 18 tahun ke atas penting untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat hipertensi.

Di lapangan kadang kala terdapat kendala dalam menegakkan diagnosis pasti hipertensi karena dari dari hasil pengukuran ada kategori lain yaitu white coat hypertension (hipertensi jas putih) dan masked hypertension (hipertensi terselubung).

Hipertensi jas putih sering ditemukan pada pasien hipertensi derajat 1 (tekanan darah siatolik 140-159 dan atau tekanan sistolik 90-99 mmHg) pada pemeriksaan di klinik namun pada pengukuran di rumah tekanan darah normal.

"Pada individu ini tidak perlu diberikan pengobatan namun perlu pemantauan jangka panjang karena berisiko terjadi hipertensi di kemudian hari. Prevalensi diperkirakan 2,2 – 50 persen dan sangat di pengaruhi oleh cara pengukuran di klinik,” lanjutnya.

Sumber: Antara

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu