News

Di Jakarta, Nekat Keluar Rumah Tanpa Masker 3 Kali Bisa Kena Denda Rp1 Juta


Di Jakarta, Nekat Keluar Rumah Tanpa Masker 3 Kali Bisa Kena Denda Rp1 Juta
Petugas Satpol PP memberhentikan pengendara motor yang tidak mengunakan masker di Jalan Tanjung Duren, Grogol, Jakarta Barat, Rabu (19/8/2020). Operasi masker ini dilakukan petugas satpol PP wali kota Jakarta Barat untuk mencegah penularan COVID-19 atau virus Corona di masa PSBB transisi. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta Anies saat ini tengah membenahi perilaku warganya yang masih enggan mengenakan masker di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi.

Dalam hal ini, Anies menerbitkan Pergub Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Salah satu isi Pergub itu mengatur besaran denda progresif bagi warga yang nekat tak memakai masker pergi ke luar rumah.

Sebagaimana tercantum dalam Pasal 5 Pergub tersebut, dikatakan bahwa setiap warga diwajibkan mengenakan masker saat berada di luar rumah. Bila tidak mengenakan masker, akan dikenakan sanksi kerja sosial dan denda administratif paling banyak Rp 250 ribu.

Setiap orang yang tidak menggunakan masker sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a dikenakan sanksi kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 60 (enam puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)," demikian dikutip dari Pasal 5, Pergub Nomor 79, tahun 2020.

Jika warga yang pernah ditindak, kembali mengulang kesalahannya maka akan dikenakan denda progresif atau melipat gandakan hingga Rp 1 juta.

Berikut merupakan isi dari Pasal 5 Ayat 2 tentang denda progresif warga Jakarta yang tidak mengenakan masker secara berulang:

Bagi setiap orang yang mengulangi pelanggaran tidak menggunakan masker sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikenakan sanksi kerja sosial atau denda administratif dengan ketentuan sebagai berikut:

a. pelanggaran berulang 1 (satu) kali dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 120 (seratus dua puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah);

b. pelanggaran berulang 2 (dua) kali dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 180 (seratus delapan puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah); dan

c. pelanggaran berulang 3 (tiga) kali dan seterusnya dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 240 (dua ratus empat puluh) menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah).[]