Lifestyle

Hari Anak Internasional, Orangtua Harus Ikut Campur dalam Media Sosial Anak

Di Hari Anak Interansional, orang tua harus mempunyai peranan penting dalam membimbing membuat akun media sosial. untuk anak


Hari Anak Internasional, Orangtua Harus Ikut Campur dalam Media Sosial Anak
Anak bermain gadget membuak media sosial (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Tanggal 20 November adalah Hari Anak Internasional atau biasa disebut juga dengan Hari Anak Sedunia. Hari Anak Internasional ini ditetapkan oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.

Tujuan adanya Hari Anak Internasional tentu saja untuk meningkatkan kesadaran kita akan kondisi, hak dan kebutuhan anak.

Kini, kita tak bisa memungkiri kondisi saat ini bahwa setiap orang dari berbagai kalangan umur setidaknya memiliki satu akun media sosial, termasuk anak-anak.

Di satu sisi, media sosial membantu untuk mendapatkan informasi terbaru. Namun, tidak dapat dipungkiri akan kekhawatiran jika anak menyalahgunakan media sosialnya.

Sebenarnya, saat ini belum ada patokan umur yang pasti kapan tahap perkembangan anak yang boleh mengakses aplikasi media sosial.

Apalagi, bukan menjadi hal yang aneh pula, sejak masa perkembangan bayi, sebagian orangtua pun telah membuat akun media sosial untuk anaknya.

Dilansir dari laman Internet Matters, setidaknya anak berusia 10 – 12 tahun telah mempunyai setidaknya satu akun media sosial (medsos). Namun, kalau mengikuti peraturan dari sebagian media sosial, anak baru bisa mempunyai akun sejak usia 13 tahun.

Walaupun begitu, orangtua juga mempunyai peranan penting dalam membimbing dan menjaga anak membuat akun dari aplikasi media sosial.

Hal ini sesuai dengan Rancangan Undang-Undang Data Pribadi (RUU PDP) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu mengusulkan batasan usia untuk mempunyai akun media sosial adalah minimal 17 tahun.

Apabila anak di bawah usia tersebut sudah punya media sosial, harus ada persetujuan dari orangtua. Ini dilakukan agar ada komunikasi antara anak dengan orangtua mengenai dunia digital.

Memang susah untuk membuat usia minimal anak mempunyai media sosial. Bisa saja anak dengan usia lebih dari 13 tahun, tetapi dia belum mempunyai tanggung jawab untuk menggunakan media sosial.

Oleh karena itu, orangtua yang memahami karakter anak harus memilih kapan anak mempunyai media sosial dan media sosial apa yang pas dimainkannya.

Tak hanya Facebook atau Twitter, orangtua juga bisa memberikan pilihan lainnya ketika anak ingin mempunyai akun media sosial lain. Sebaiknya, pilih media sosial dengan kriteria tersendiri jika usia anak masih berada di bawah 13 tahun.

Dilansir Akurat.co dari laman Kids Health, orangtua lebih baik menelusuri serta menggunakan media sosial, untuk melihat apakah benar itu cocok untuk Si Kecil. Ini perlu orangtua lakukan agar anak tidak mengalami risiko penggunaan media sosial, seperti:

  • Paparan konten yang belum pantas atau berbahaya,
  • Cyber bullying,
  • Tidak sengaja memberikan informasi pribadi,
  • Pencurian identitas.
  • Gangguan tidur.

Orangtua juga sebaiknya tidak perlu khawatir berlebihan karena media sosial tidak selalu buruk. Apabila penggunaannya tepat, ada berbagai manfaat yang bisa Si Kecil dapatkan.

Sebagai contoh, aplikasi media sosial seperti Instagram dan Youtube dapat membantu mengasah kreativitas anak, dengan melihat ide-ide dari konten yang disajikan.

Bahkan, ketika dia hanya sekadar berinteraksi dengan orang-orang di luar sana karena mempunyai kegemaran yang sama, itu akan membantu.

Akan tetapi, jika orangtua tidak terlalu memperhatikan penggunaannya, tentu akan lebih banyak menimbulkan dampak buruk. Oleh karena itu, orangtua harus membuat pertimbangan serta aturan yang tegas ketika anak punya media sosial di Hari Anak Interansiona ini.[]