Ekonomi

Di depan DPR, Erick Janji Bakal Negosiasi dengan 36 Lessor Garuda Terbukti Koruptif

Menteri Erick Thohir bakal negosiasi keras dengan 36 lessor Garuda Indonesia yang terbukti koruptif sehingga perseroan menderita krisis keuangan


Di depan DPR, Erick Janji Bakal Negosiasi dengan 36 Lessor Garuda Terbukti Koruptif
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri BUMN Erick Thohir akan melakukan negosiasi keras terhadap lessor-lessor atau pemberi sewa ke Garuda Indonesia yang sudah masuk dan bekerja sama dalam kasus yang dibuktikan koruptif.

Hal itu dikatakan Erick, lantaran sejak awal pihaknya meyakini bahwa salah satu penyebab krisis keuangan di Garuda Indonesia karena masalah lessor.

"Di Garuda ada 36 lessor yang memang harus dipetakan ulang, mana saja lessor yang sudah masuk kategori dan bekerja sama di kasus yang sudah dibuktikan koruptif. Ini yang pasti kita bakal standstill, bahkan negosiasi keras dengan mereka," jelasnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Namun ia juga mengakui bahwa ada lessor yang tidak ikut atau terlibat kasus yang terbukti koruptif. Erick meyakini sejumlah lessor juga telah bekerja sama dengan jujur.

Kendati demikian, harga penyewaan pesawat yang dipatok oleh lessor sekalipun tidak terlibat koruptif, terasa tetap mahal di kondisi saat ini. Sehingga, negosiasi pada tipe lessor ini juga diperlukan. 

"Kami juga mesti jujur, ada lessor yang tidak ikutan dengan kasus itu, tetapi pada hari ini kemahalan karena ya kondisi. Itu yang kami juga harus negosiasi ulang. Nah beban terberat saya rasa itu," tegasnya. 

Sebelymnya, Erick juga telah meminta Garuda Indonesia untuk lebih fokus kepada bisnis penerbangan domestik dalam negeri dengan melayani perjalanan masyarakat antarpulau di Tanah Air.

"Indonesia ini negara kepulauan, jadi tidak mungkin orang Indonesia menuju pulau lain pakai kereta, pilihannya ada dua yaitu kapal laut atau penerbangan. Garuda dan Citilink akan fokus kepada pasar domestik, bukan pasar internasional," tuturnya.

Ia menyebutkan, aksi yang dilakukan pemerintah ini merupakan upaya untuk menyelamatkan Garuda Indonesia dari masalah finansial akibat utang dan kerugian yang dialami perseroan.