Olahraga

Di Balik Indahnya Buket Bunga Olimpiade Ada "Korban" Tsunami Jepang

Sebagian buket bunga untuk peraih medali Olimpiade Tokyo 2020 dibangun dikawasan lembah di Miyagi yang merupakan jalur selamat anak-anak korban tsunami.


Di Balik Indahnya Buket Bunga Olimpiade Ada
Buket bunga untuk peraih medali Olimpiade Tokyo 2020 menjadi salah satu ornamen simbolik di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. (RECENTS WORLD)

AKURAT.CO, Selain keseruan pertandingan dan pencapaian para atlet, salah satu yang membuat olimpiade punya nilai “sakral” adalah seremoninya. Mulai dari pembukaan dan penutupan sampai upacara penyerahan medali di podium yang kerap bisa memicu rasa emosional suatu bangsa.

Di Olimpiade Tokyo tahun ini, buket bunga berwarna kuning, hijau, dan putih adalah salah satu ornamen yang memperindah seremoni di podium. Sebagaimana dikabarkan BBC, penyelenggara Tokyo 2020 setidaknya menyiapkan 5.000 buket yang diberikan kepada atlet olimpiade dan paralimpiade.

Tetapi, tahukah Anda kisah di balik bunga-bunga segar yang memberikan warna bagi olimpiade yang digelar di tengah pandemi virus corona tersebut?

Bunga-bunga hidup tersebut ditanam sebagian besar di tiga distrik di barat daya Jepang yang terkena gempa bumi serta leburan tiga reactor nuklir di Fukushima. Sekurang-kurangnya 20 ribu orang tewas dalam malapetaka di Iwate, Fukushima, dan Miyagi tersebut.

Bunga matahari warna kuning cerah yang mendominasi buket tumbuh di Miyagi dan ditanam oleh orang tua yang anak-anaknya tewas pada bencana 2011. Para orang tua memilih lahan di sisi lembah di mana anak-anak yang tewas terkena tsunami sepuluh tahun lalu tersebut.

Adapun bunga eustoma berwarna putih dan unggu yang lembut ditanam di Fukushima. Perkebunan bunga di wilayah ini digerakkan oleh inisiatif non-profit untuk membangkitkan ekonomi lokal terdampak gempa bumi.

Sementara itu, bunga gentian kecil berwarna biru cerah tumbuh di Iwate. Kawasan ini adalah area pesisir yang terkena gelombang besar pada tsunami 2011.

Untuk melengkapi buket, bunga aspidistras berwarna hijau terang ditanam di ibukota Tokyo. Bunga ini menjadi simbol perwakilan Tokyo sebagai kota tuan rumah pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

Sebelum pandemi melanda, Jepang memang menjadikan Olimpiade Tokyo 2020 sebagai ajang untuk membangkitkan negara mereka selepas bencana 2011. Salah satunya adalah dengan memulai kirab obor di prefektur Fukushima.

Namun, pandemi membuat rencana tersebut tidak berjalan sebagaiman mestinya. Sungguh pun kirab obor tetap dimulai di Fukushima namun tanpa kemeriahan publik.[]