News

Di Acara Golkar DKI, KPU Ingatkan Kemungkinan Pengutamaan Sirekap Pada Pemilu 2024

Pengarusutamaan teknologi terjadi karena pandemi Covid-19 yang tak bisa diprediksi


Di Acara Golkar DKI, KPU Ingatkan Kemungkinan Pengutamaan Sirekap Pada Pemilu 2024
Webinar Peran Partai Golkar Menuju Sukses Pemilu 2024. (tangkapan layar)

AKURAT.CO, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Deti Kurniawati mengungkapkan bahwa parpol peserta pemilu 2024 harus menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Pasalnya, pada Pemilu 2024 boleh jadi ada hal-hal baru dalam tahapan pelaksanaan terutama penggunaan teknologi yang boleh jadi akan menjadi ketentuan utama. 

Pengarusutamaan teknologi terjadi karena pandemi Covid-19 yang tak bisa diprediksi. Sehingga, untuk melindungi diri dan meminimalisasi berkumpulnya orang banyak pada satu tempat dan waktu yang bersamaan teknologi menjadi jawabannya.

Pengumpulan massa dalam jumlah besar kemungkinan akan terus diperketat. Termasuk juga model penghitungan suara dengan mengandalkan Sirekap. 

Karenanya, partai politik peserta Pemilu harus makin beradaptasi dengan kemungkinan perubahan regulasi.

Pernyataan itu disampaikan Deti saat mengisi materi pada webinar bertajuk "Peran Partai Golkar Menuju Sukses Pemilu 2024" yang diselenggarakan DPD Golkar DKI. 

"Jika nanti pada pelaksanaan maka tidak menutup kemungkinan ada hal-hal baru dalam penyelenggaraan pemilu 2024. Karena kemarin pada saat Pilkada serentak, Sirekap hanya sebagai pendukung, bisa jadi pada pelaksanaan 2024 nanti Sirekap ini menjadi hal yang utama dalam pelaksanaan pemilihan," katanya dalam webinar itu. 

Dia mengatakan, bila itu terjadi maka tak ada pilihan lain bagi partai politik peserta Pemilu selain beradaptasi. Partai politik harus menyiapkan diri dan beradaptasi agar bisa memenangkan pemilu. Termasuk pemilihan di Jakarta. 

"Kemungkinan menggunakan teknologi ini yang harus disiapkan oleh parpol," pesannya. 

Dia menambahkan, untuk masuk menjadi peserta pemilu, partai politik harus melewati setiap tahapan dengan baik. Tahapan-tahapan yang sebelumnya berlaku pada pemilu 2020 lalu, kata dia, kemungkinan akan tetap menjadi acuan KPU dalam memverifikasi peserta pemilu. 

"Yang ingin saya sampaikan dan perlu kita ketahui bersama, tahapan-tahapan yang mendasar sebagaimana pada pemilu sebelumnya bahwa ada tahapan verifikasi parpol, pemutakhiran data pemilih, pencocokan dan penelitian, laporan dana kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, dan penetapan calon," katanya.

Untuk diketahui, webinar yang diselenggarakan Partai Golkar hari ini merupakan rangkaian dari penyelenggaraan HUT Partai Golkar yang ke 57. Sebelumnya, partai berlambang pohon beringin ini juga menyelenggarakan kegiatan vaksinasi massal kepada masyarakat Jakarta. 

Kegiatan vaksinasi merupakan bentuk dukungan Partai Golkar kepada pemerintah DKI yang berupaya mencapai target vaksinasi total seluruh warga Jakarta dan mencapai herd immunity.[]