Rahmah

Dhimad Al Azdy, Ahli Ruqyah yang Masuk Islam Setalah Ingin Mengobati Rasulullah

Dhimad Al Azdy merupakan seorang yang ahli mengobati penyakit gila atau gangguan dari makhluk halus seperti jin.


Dhimad Al Azdy, Ahli Ruqyah yang Masuk Islam Setalah Ingin Mengobati Rasulullah
Ilustrasi Sahabat Nabi (Islami.co)

AKURAT.CO  Diketahui ada seorang yang memiliki keahlian mengobati penyakit gila atau gangguan dari makhluk halus seperti jin. Ia adalah lelaki dari Azd Syanu'ah bernama Dhimad Al Azdy RA.

Suatu hari, ketika sedang melaksanakan ibadah umrah di Makkah ia sempat duduk di dalam majelis yang di dalamnya ada Abu Jahal, Utbah bin Rabiah dan juga Umayyah bin Khallaf. Kala itu Abu Jahal menyebut nama Muhammad yang dianggapnya sebagai pemecah belah persatuan, menganggap bodoh akal orang-orang kafir Quraisy, menuduh sesat orang-orang terdahulu yang meninggal dan memaki berhala-berhala sembahan mereka. Umayyah pun menimpali jika Muhammad telah terkena penyakit gila.

Setelah mendengar perkataan mereka, Dhimad merasa terpanggil untuk menjumpai Rasulullah SAW. Kemudian pada keesokan harinya, ia melihat Rasulullah SAW duduk di belakang maqam Ibrahim yang ternyata sedang melakukan salat. 

Selesai salat, ia lalu mengungkapkan apa yang didengarnya dari orang-orang Quraisy tersebut dengan tujuan untuk mengobati Rasulullah SAW. Dhimad berkata, "Tidak ada seorangpun yang berbuat demikian, kecuali orang yang terkena gangguan jin!"

Mendengar ucapan yang tidak berlandaskan fakta tersebut, Rasullullah SAW bersabda, "Segala pujian hanya milik Allah SWT, aku memuji-Nya dan memohon pertolongan-Nya, beriman kepada-Nya dan bertawakkal kepada-Nya. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya."

Setelah mendengar sabda Rasullullah SAW tersebut membuat Dhimad menjadi terpesona. Sebagai seorang yang memiliki ilmu pengetahuan, ia mengetahui bahwa perkataan seperti itu bukanlah perkataan yang biasanya dilontarkan para penyair. 

Dhimad lalu meminta Rasulullah SAW mengulangi perkataan itu dan beberapa kali dan Rasulullah SAW memenuhi permintaannya dengan sabar. Ia lalu bertanya, "Kepada apakah engkau menyeru? Dan apa yang kuperoleh bila aku melakukannya?"

"Aku mengajakmu untuk beriman kepada Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, kamu tinggalkan berhala-berhala dari tengkukmu, dan engkau bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah. Dan ganjaran untukmu adalah surga," jawab Rasulullah SAW.

Ternyata, hal tersebut membuat Dhimad menyambut seruan itu dengan memeluk Islam. Ia kemudian tinggal selama beberapa hari bersama Rasullullah SAW hingga mengetahui cukup banyak surah dari Al-Qur'an. Setelahnya, ia lalu kembali kepada kaumnya.

Beberapa waktu kemudian, setelah Rasullullah SAW sudah di Madinah, beliau mengirim pasukan jamaah jihad di daerah Yaman. Di suatu daerah, pasukan tersebut memperoleh ghanimah 20 ekor unta. Ali bin Abi Thalib yang memimpin pasukan, kemudian mengetahui kalau daerah itu adalah daerahnya Dhimad Al Azdy, maka ia menyuruh pasukannya untuk mengembalikan ghanimah tersebut, meskipun tidak bertemu secara langsung dengan Dhimad Al Azdy. Wallahu A'lam. []