News

Dewan Pers Prihatin Nilai Luhur Jurnalistik Perlahan Memudar 

Dewan Pers Prihatin Nilai Luhur Jurnalistik Perlahan Memudar 
Anggota Dewan Pers, Sapto Anggoro ( trianiretno.com)

AKURAT.CO Anggota Dewan Pers, Sapto Anggoro merasa prihatin melihat masa depan media massa nasional di tanah air. Pasalnya, disrupsi digital membuat media massa tidak bisa membuat konten jurnalistik terbaiknya karena kehilangan separuh jiwa. 

"Jurnalisme hari ini terus terang dengan model bisnis yang dilakukan beberapa teman saya, sebagai anggota Dewan Pers agak sedih dalam beberapa hal. Saya setuju dengan pola pikir yang disampaikan kolega saya Arif Zulkifli dia bilang jurnalisme di luar algoritma," kata Sapto dalam Seminar Nasional dan Diskusi Buku Media Massa Nasional Menghadapi Disrupsi Digital via hybrid dari Hall Dewan Pers, Jakarta, Rabu (25/1/2023). 

Menurut Sapto, penentuan judul berita tidak lagi sesuai dengan kaidah jurnalistik, bahkan cenderung berkiblat pada Search Engine Optimize (SEO) 

baca juga:

"Judulnya apa supaya orang bacanya lama, kadang enggak baca beritanya, nyari judulnya aja. Judulnya di bawah supaya orang baca lama," ujarnya. 

Ia menilai hal semacam itu membuat marwah jurnalistik turun kasta. Sehingga nilai luhur jurnalistik perlahan akan pudar jika tetap memakai skema seperti itu. 

"Menurut saya itu suatu hal yang tidak baik untuk jurnalistik," pungkasnya. []