News

Dewan Pers Kecam Peretasan Akun Medsos Jurnalis Narasi, Minta Polisi Usut Tuntas!

Dewan Pers Kecam Peretasan Akun Medsos Jurnalis Narasi, Minta Polisi Usut Tuntas!
Dewan Pers (ANTARA FOTO)

AKURAT.CO, Dewan Pers menyatakan telah menerima laporan dari beberapa konstituen bahwa telah terjadi peretasan terhadap akun digital 24 awak redaksi Narasi.

"Kejadian ini merupakan peristiwa peretasan terbesar yang pernah dialami awak media nasional," kata Wakil Ketua Dewan Pers Muhamad Agung Dharmajaya melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Ia menilai, tindakan peretasan itu merupakan perbuatan melawan hukum dan berakibat pada terganggunya upaya kerja jurnalistik serta kemerdekaan pers.

baca juga:

"Padahal menjaga kemerdekaan pers adalah tanggung jawab semua pihak, baik perusahaan pers publik/masyarakat luas, pemerintah dan aparat penegak hukum," terangnya.

Agung mengatakan, kemerdekaan pers sekaligus merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi keadilan dan supremasi hukum dalam pasal 2 UU No. 40/1999 tentang pers.

Hal ini menjadi unsur sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis. 

"Oleh sebab itu kemerdekaan mengeluarkan pendapat dan pikiran sebagaimana pasal 28 UUD 1945," jelas dia.

Untuk itu, kata dia, Dewan Pers mengecam semua tindakan peretasan dan meminta dengan segera agar pihak yang melakukan peretasan menghentikan aksinya.

Ia pun berharap aparat penegak hukum supaya proaktif untuk menyelidiki kejadian peretasan ini dan segera menemukan pelakunya serta mengusut tuntas.

"Mengingatkan ancaman hukuman terhadap pihak yang mengganggu kerja jurnalistik. Hal ini karena kemerdekaan pers juga dijamin sebagai hak asasi warga negara," pungkasnya.

Sebagai informasi, akun media sosial awak redaksi Narasi diretas. Peretasan terjadi pada sejumlah platform media sosial milik kru Narasi mulai dari Instagram hingga WhatsApp.

"Belasan awak redaksi Narasi menghadapi usaha peretasan secara serentak. Usaha peretasan menyasar beragam platform yang digunakan, dari Facebook dan Instagram hingga Telegram dan WhatsApp," kata Pemimpin Redaksi Narasi, Zen RS melalui pesan elektronik yang diterima Akuratco, Minggu (25/9/2022).

Zen mengungkap peretasan pertama kali diketahui kemarin, Sabtu (24/9/2022). Nomor Whatsapp milik Akbar Wijaya atau Jay Akbar, produser @narasinewsroom, menerima pesan singkat melalui WhatsApp berisi sejumlah tautan pada pukul 15.29 WIB.

Kendati tidak mengklik satu pun tautan dalam pesan tersebut namun sekitar 10 detik setelah pesan singkat dibaca, Jay kehilangan kendali atas akun atau nomor WhatsApp-nya. 

Hingga kini, bukan hanya akun WhatsApp saja yang belum bisa diakses oleh Jay, bahkan nomor teleponnya sendiri belum bisa dikuasainya.

"Sejak saat itu, hingga 2 jam berikutnya, satu per satu usaha meretas akun-akun media sosial awak redaksi terjadi," kata Zen. 

Setelah dilakukan pengecekan pada semua perangkat milik awak redaksi pada Minggu pagi, usaha peretasan ternyata sudah berlangsung sejak Jumat sore. Tiga akun Telegram awak redaksi Narasi, dua di antaranya produser dan manajer Mata Najwa, sudah berusaha diretas salah satu di antaranya berhasil masuk.   

Sejauh ini Zen menyampaikan usaha peretasan berlangsung terhadap 11 awak redaksi yang berasal dari berbagai level, dari pemimpin redaksi, manajer, produser hingga reporter. Telegram dan Facebook menjadi dua platform yang paling banyak mengalami usaha peretasan, beberapa berhasil masuk ke akun Telegram dan Facebook, walau kini sudah berhasil dikuasai kembali. []