News

Detik-detik Tentara Israel Tembak Mati Pemuda Palestina dari Jarak Dekat, Malah Dipuji Pejabat

Detik-detik Tentara Israel Tembak Mati Pemuda Palestina dari Jarak Dekat, Malah Dipuji Pejabat
Tentara Israel melepaskan 4 tembakan jarak dekat kepada pemuda Palestina di kota Huwwarah, Tepi Barat, pada Jumat (2/12). (Twitter/m7mdkurd)

AKURAT.CO Tentara Israel menembak mati seorang pria Palestina dari jarak dekat di Kota Huwwara, Tepi Barat, pada Jumat (2/12).

Dilansir dari Middle East Eye, video yang viral beredar di dunia maya menunjukkan tentara itu berkelahi dengan pria Palestina. Ia lantas mengeluarkan senjatanya dan melepaskan 4 tembakan.

Warga Palestina tersebut tertembak di tubuh bagian atas, lalu roboh ke tanah. Dua tembakan pun mengenainya saat ia telah tergeletak di tanah.

baca juga:

Penembakan ini meresahkan warga yang berada di lokasi kejadian. Banyak yang mencoba melerai perkelahian tersebut.

Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi tewasnya seorang warganya di Huwwara. Media Palestina mengidentifikasinya bernama Ammar Mefleh yang berusia 22 tahun.

Di sisi lain, menurut laporan media Israel, Haaretz, juru bicara Polisi Perbatasan berdalih penembakan itu sebagai respons atas dugaan serangan penusukan.

"Seorang pria Palestina berusaha menyerang 2 warga Israel di dalam kendaraan. Salah satunya adalah tentara yang sedang tak bertugas. Mereka kemudian menembak dan melukainya," kata juru bicara itu.

Pria Palestina tersebut kemudian mengincar petugas yang mengoperasikan pos pemeriksaan militer Huwwara. Ia berusaha mengambil senjata tentara, kemudian ditembak lagi.

Namun, Haaretz mengatakan tak jelas apakah pria yang diduga melakukan serangan penusukan itu adalah orang yang sama dengan yang ditembak mati dalam video viral tersebut.

Dua petugas terluka ringan selama insiden itu, menurut tentara Israel.

Komisaris Polisi Israel, Kobi Shabtai, justru memuji tentara yang membunuh pria Palestina tersebut.

"Ia bertindak secara profesional seperti yang diharapkan dari prajurit atau perwira mana pun," ujarnya.

Namun, seorang saksi mata Palestina membantah kronologi versi Israel. Menurut keterangannya, seorang pemukim menembak pria Palestina itu dari mobilnya dan melukainya. Tentara Israel pun menyerang pria itu dan membiarkan pemukim tersebut pergi. Pemuda itu lantas berusaha membebaskan diri dari tentara, tetapi kemudian ditembak mati.

Mefleh menjadi orang ke-9 Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel pekan ini di tengah lonjakan kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat tahun ini. Organisasi-organisasi Palestina sontak mengecam tindakan yang mereka sebut 'eksekusi lapangan berdarah dingin' itu sebagai 'kejahatan perang'.

Sudah sejak lama pasukan Israel dikritik atas kebijakan 'tembak mati' terhadap warga Palestina dalam kasus di mana para korban tak menimbulkan ancaman langsung terhadap nyawa tentara Israel yang kemudian membunuh mereka. Menurut kelompok-kelompok HAM, kebijakan itu sama dengan 'eksekusi pintas'.[]