Olahraga

Detik-detik Pembalap Tim Indonesia Nyaris Celaka di Moto2 Emilia Romagna

Bo Bendsneyder merupakan pembalap Moto2 dari tim Indonesia, Pertamina Mandalika SAG.


Detik-detik Pembalap Tim Indonesia Nyaris Celaka di Moto2 Emilia Romagna
Pembalap Moto2 dari tim Pertamina Mandalika SAG, Bo Bendsneyder (Instagram.com/bobendsneyder)

AKURAT.CO, Pembalap Moto2 dari tim Indonesia, Pertamina Mandalika, Bo Bendsneyder nyaris mengalami kecelakaan cukup horor dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto2 Emilia Romagna pada Jumat (23/10). Untungnya, pembalap asal Belanda itu menampilkan penyelamatan gemilang dan selamat.

FP1 yang berlangsung di Sirkuit Misano Marco Simoncelli memang diwarnai dengan turunnya hujan sehingga lintasan menjadi basah. Trek dengan kondisi tersebut pun cukup berbahaya dan berisiko tinggi bagi pembalap karena bisa terjatuh.

Benar saja, Bo Bendsneyder hampir saja menjadi korban trek basah Sirkuit Misano. Pembalap asal Belanda itu mengalami sempat kehilangan kendali motornya dan terangkat dari posisi duduknya saat keluar dari tikungan 15.

Namun, dengan kepiawaiannya, Bendsneyder yang terangkat ke atas, tangannya masih bisa memegang setang motor SAG Kalex-nya. Meskipun lututnya sempat menyentuh bagian depan motor, dia mampu mendaratkan kedua kakinya ke aspal untuk berdiri di sebelah kiri.

Bendsneyder kemudian mengarahkan motornya menuju pinggir lintasan sambil terus berdiri di samping motor.[]

View this post on Instagram

A post shared by MotoGP™ (@motogp)

Usai sesi, Bendsneyder pun menceritakan insiden dan aksi penyelamatan gemilang yang mengundang decak kagum tersebut.

“Lintasan itu sangat basah. Saya memutuskan untuk tidak pergi ke pit di sesi ini karena dengan setiap putaran yang saya lakukan, perasaan saya pada motor meningkat. Di akhir sesi, ketika saya ingin sedikit lebih cepat, ternyata buruk. Atau lebih tepatnya, itu hampir salah!,” kata Bendsneyder dikutip dari Paddock GP.

“Saya harus mengganti celana saya tapi untungnya kami bisa menertawakannya setelah itu dan saya baik-baik saja,” kata pembalap berusia 22 tahun itu, yang merupakan rekan setim Tom Lüthi.

Bo Bendsneyder sendiri mengakhiri FP1 dengan harus puas ada di posisi buncit, yakni ke-25 dengan catatan waktu 1 menit 51,031 detik. Sementara rekan setimnya di tim balap Pertamina Mandalika SAG, Tom Luthi menduduki P13 dengan waktu 1 menit 49,581 detik.

Meski begitu, Bendsneyder memperbaiki catatan waktunya di FP2, yakni 1 menit 43,771 detik dan berada di P19. Pun demikian dengan Luthi yang waktunya 1 menit 43,115 detik meskipun tetap tertahan di P13.