News

Detik-detik Gunung Gletser di Taman Nasional Chili Longsor, Frekuensinya Bikin Ilmuwan Resah

Detik-detik Gunung Gletser di Taman Nasional Chili Longsor, Frekuensinya Bikin Ilmuwan Resah
Longsornya gletser di Taman Nasional Queulat, Patagonia, Chili, dipicu oleh gelombang panas atau peristiwa presipitasi cair yang intens. (REUTERS)

AKURAT.CO Suhu yang panas dan curah hujan yang menggerus dinding es menyebabkan sebagian gletser yang menggantung di taman nasional Patagonia, Chili, longsor. Fenomena ini berhasil direkam oleh wisatawan, dilansir dari Reuters.

Dalam sebuah video yang menjadi viral pada Senin (12/9), gletser di puncak gunung setinggi sekitar 200 meter bergemuruh dan longsor di Taman Nasional Queulat, 1.200 km selatan ibu kota Chili.

baca juga:

Menurut Raul Cordero, ilmuwan iklim di Universitas Santiago, fenomena tersebut normal. Namun, frekuensinya meresahkan.

"Pasalnya, fenomena semacam ini dipicu oleh gelombang panas atau peristiwa presipitasi cair yang intens. Keduanya juga terjadi lebih sering seluruh planet ini, tak hanya di Chili," terangnya.

Menurut Cordero, ada gelombang panas dengan suhu yang sangat tidak normal di wilayah Patagonia sebelum longsor tersebut. Selain itu, ia mencatat adanya 'sungai atmosfer' yang terdiri dari udara yang relatif hangat yang sarat dengan kelembapan. Ketika 'sungai' ini bertemu dengan topografi Andes dan Patagonia, terbentuk awan besar yang mengeluarkan presipitasi.

"Salah satu konsekuensi dari pemanasan global adalah destabilitasi beberapa gletser dan khususnya beberapa dinding gletser yang tak stabil. Itulah kasus yang terjadi belum lama ini di Patagonia, yang mirip dengan fenomena di Himalaya dan Alpen beberapa bulan lalu," tambahnya.

Menurut tim ilmuwan, pemanasan yang melonjak tajam terkait dengan perubahan iklim yang disebabkan manusia dan emisi rumah kaca. Panel ilmu iklim PBB awal tahun ini mendesak pemerintah dan industri agar mengurangi drastis emisi bahan bakar fosil guna membendung pemanasan dan membatasi dampak iklim. []