News

Detik-detik Bupati Pemalang Disergap KPK

Ketua KPK Firli Bahuri membeberkan kronologis OTT Bupati Pemalang dugaan suap jual-beli jabatan.

Detik-detik Bupati Pemalang Disergap KPK
Ketua KPK Firli Bahuri saat konferensi pers penetapan tersangka Bupati Pemalang dalam kasus dugaan suap (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan enam tersangka dugaan suap jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang. Para tersangka merupakan pihak yang turut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (11/8/2022).

Keenam tersangka yakni Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo; Komisaris PD Aneka Usaha Adi Jumal Widodo; Penanggung Jawab Sekretaris Daerah Pemalang Slamet Masduki; Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sugiyanto; Kepala Dinas Kominfo Yanuarius Nitbani; dan Kadis PU Mohammad Saleh.

"Kamis 11 Agustus 2022 KPK menerima informasi terkait dugaan adanya penerimaan sejumlah uang oleh MAW (Mukti) selaku Bupati Pemalang dari beberapa pejabat Pemkab Pemalang dan pihak lainnya," ujar Ketua KPK Firli Bahuri menceritakan kronologis OTT, Jumat (12/8/2022).

baca juga:

Firli menyebut Tim KPK sempat membuntuti rombongan Mukti setelah mendapat informasi dugaan suap. Berdasarkan hasil peninjauan, Mukti diketahui pergi ke Jakarta dan mendatangi satu rumah di wilayah Jakarta Selatan dengan membawa bungkusan yang diduga berisi uang.

"Setelah itu MAW (Mukti) keluar (rumah) dan menuju ke gedung DPR RI menemui seseorang," jelas Firli.

Setelah keluar gedung DPR RI, KPK langsung menyergapnya.

"Tim KPK langsung mengamankan MAW (Mukti) beserta rombongan dimaksud beserta uang dan bukti-bukti lainnya," tuturnya.

Di saat bersamaan, Tim KPK yang berada di Pemalang juga mengamankan unsur pejabat di lingkungan Pemkab Pemalang.

"Tim KPK juga bergerak menyamankan beberapa pihak dari unsur pejabat Pemkab Pemalang dan melakukan pengamanan terhadap ruang di Pemkab Pemalang dan juga rumah dinas," bebernya.

Usai berhasil mengamankan seluruh pihak yang diduga terlibat tindak pidana korupsi suap, tim membawanya ke markas KPK untuk diperiksa lebih lanjut..[]