News

Deteksi Kasus Baru, Wuhan Lakukan Tes Covid-19 untuk 11 Juta Warga

Pihak berwenang Kota Wuhan pada Selasa (3/8) mengumumkan rencana pengujian Covid-19 untuk seluruh populasinya yang berjumlah 11 juta orang. 


Deteksi Kasus Baru, Wuhan Lakukan Tes Covid-19 untuk 11 Juta Warga
China telah menyuruh jutaan penduduknya untuk tinggal di rumah dan melakukan pengujian massal demi memerangi wabah virus corona terbesar dalam beberapa bulan. (Yahoo News)

AKURAT.CO, Pihak berwenang Kota Wuhan pada Selasa (3/8) mengumumkan rencana pengujian Covid-19 untuk seluruh populasinya yang berjumlah 11 juta orang. 

Sebagaimana diwartakan BBC hingga France24, keputusan untuk menguji seluruh penduduk datang usai Wuhan mendeteksi kembali kasus Covid-19. Kasus ini adalah infeksi lokal pertama setelah Wuhan absen kasus Covid-19 secara lokal selama lebih dari setahun. 

"Kami dengan cepat akan meluncurkan pengujian asam nukleat komprehensif untuk semua penduduk Wuhan," terang pejabat senior Wuhan, Li Tao pada konferensi persnya. 

Diketahui, pada Senin (2/8), pihak berwenang di Wuhan mengumumkan penemuan tujuh kasus transmisi lokal Covid-19. Kasus-kasus ini terdeteksi di antara para pekerja migran di kota itu. Karena penularan tersebut, pada Selasa, China membukukan total 90 kasus baru Covid-19. Dari total infeksi itu, 61 di antaranya adalah kasus domestik, naik dari 55 kasus domestik yang dilaporkan pada Senin. 

Negeri Tirai Bambu sempat membanggakan keberhasilannya dalam menurunkan kasus domestik menjadi hampir nol setelah virus corona pertama kali muncul di Wuhan. Namun, seperti kebanyakan negara lain di dunia, China juga mulai 'kecolongan' dengan penyebaran wabah varian Delta. Sejak pertengahan Juli, China bahkan telah mencatat lebih dari 400 kasus domestik.

Wabah baru yang mulai meletus di China itu terjadi terutama setelah bulan lalu infeksi muncul di antara para petugas kebersihan di sebuah bandara di Nanjing.

Klaster pun makin meluas setelah salah satu orang yang terinfeksi di bandara menghadiri pertunjukan teater di Zhangjiajie, Provinsi Hunan. Wabah lalu menyebar cepat dari Nanjing ke Hunan. Sejak itu rantai kasus terus dilaporkan di seluruh negeri dan China akhirnya dihadapkan pada wabah virus corona terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Karena itulah, tidak hanya Wuhan, sejumlah kota besar di China, termasuk Beijing langsung menguji jutaan penduduknya. Bahkan, di Nanjing sendiri, pihak berwenang sampai melakukan pengujian hingga tiga kali pada warganya. Padahal, populasi di sana mencapai hingga sekitar 9,3 juta jiwa. 

Baca Juga: China Kebobolan COVID-19 Varian Delta dari Bandara, 9,3 Juta Warga Jalani Tes Massal

Lalu pengumuman serupa disampaikan oleh pemerintah kota wisata Zhangjiajie di Provinsi Hunan serta Kota Zhuzhou di dekatnya. Mereka meminta lebih dari dua juta penduduk untuk tinggal di rumah. 

Zhangjiajie juga telah memusatkan perhatian pada sebuah teater yang jadi tempat penularan klaster lanjutan dari bandara Nanjing. Para petugas kesehatan di sana sekarang berusaha kerras untuk melacak sekitar 5 ribu orang yang menghadiri pertunjukan dan kemudian melakukan perjalanan kembali ke kota asal mereka.

"Zhangjiajie sekarang telah menjadi titik nol baru untuk penyebaran epidemi China," kata Zhong Nanshan yang seorang pakar penyakit pernapasan terkemuka China.

Kemudian, kota timur Yangzhou, dekat Nanjing, menjadi yang terbaru yang memerintahkan 1,3 juta lebih warganya untuk tinggal di rumah. Ini terjadi setelah pengujian skala besar mendeteksi 40 infeksi baru selama sehari terakhir. Karena kasus-kasus ini, setiap rumah tangga di sana hanya diizinkan mengirim satu orang ke luar per hari untuk berbelanja kebutuhan, kata pemerintah kota pada Selasa.

Sementara itu, Beijing telah memblokir turis memasuki ibu kota selama musim liburan puncak musim panas dan meminta penduduk untuk tidak pergi kecuali diperlukan.[]