Olahraga

Desember: Polemik SEA Games dan Terpilihnya Shin Tae-Yong


Desember: Polemik SEA Games dan Terpilihnya Shin Tae-Yong
Atlet tarung bebas (kickboxing) Indonesia, Bonatua Lumbantungkup (biru) saat bertandingan dengan atlet Laos Taipanyavong (merah) pada laga final cabang tarung bebas kelas 60 kilogram low kick SEA Games Filipina 2019 di Cuneta Astodrome di Manila, Filipina, Selasa (10/12/2019). Dalam pertandingan ini Bonatua Lumbantungkup harus mengalami kekalahan setelah mengalami pukulan di bagian perut sehingga terjatuh dan harus mengalami perawatan yang tampak serius persis setelah bel ronde pertama berakhir. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Tahun 2019 ditutup dengan festival olahraga terbesar se-Asia Tenggara, SEA Games ke-30, di Filipina, sebagai perhatian besar Indonesia. Belum cukup memuaskan karena meski lebih baik dari pencapaian edisi dua tahun lalu di Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia berada di posisi keempat dengan total 267 medali (72 emas, 84, 111).

Diawali dengan keluhan terhadap sejumlah perlakuan tuan rumah terhadap kontingen asing seperti kekacauan logistik dan transportasi, capaian 72 emas sebenarnya telah melewati target 60 emas yang diminta oleh Presiden Joko Widodo. Hanya saja, Filipina, Thailand, dan Vietnam ternyata meraup lebih banyak medali.

Sejumlah cabang gagal mencapai target seperti wushu, tinju, renang, dan taekwondo. Namun demikian, kejutan terjadi di cabang menembak, kano, dayung, dan modern pentathlon. Seluruh cabang terakhir ini menyumbangkan 20 medali emas.

Sementara itu, sejumlah atlet menganggap adanya ketidakadilan dalam penjurian. Terutama pada cabang olahraga yang tak terukur seperti wushu, taekowondo, dan tinju. Juara dunia wushu, Edgar Xavier Marvello, misalnya, kecewa dengan penjurian karena hanya berada di posisi keempat pada nomor taolu changquan putra.

Tentang penyelenggaraan sendiri, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, secara terbuka mengakui kesalahan pihaknya. Ia meminta penyelidikan dalam dugaan korupsi terhadap penyelenggaraan SEA Games justru ketika para kontingen masih berada di negerinya.

“Menurut saya penyelidikan harus dilakukan dengan asas praduga tak bersalah, dan sejalan dengan itu, jika Anda menemukan (kesalahan) apakah itu karena kelalaian atau disengaja, lihat dan bicarakan dan lihat apa yang harus dilakukan berikutnya, apakah itu dihukum atau tidak,” kata Duterte sebagaimana dipetik dari CNN Filipina.

Desember: Polemik SEA Games dan Terpilihnya Shin Tae-Yong - Foto 1
Rodrigo Duterte. REUTERS/Jorge Silva.

Di sela SEA Games, di Diriyah, Arab Saudi, berlangsung pertarungan kedua untuk memperebutkan gelar juara dunia tinju kelas berat antara Andy Ruiz Jr dan Anthony Joshua. Joshua sendiri turun ke ring setelah kehilangan gelar dalam pertarungan pertama yang tak diantisipasinya di New York, pada Mei 2019.

Joshua akhirnya merebut kembali gelarnya melalui laga 12 ronde. Namun demikian, pertarungan di Diriyah juga menyisakan tekanan kepada Joshua sehubungan dengan catatan pelanggaran hak asasi manusia yang dituduhkan kepada otoritas Arab Saudi.

Sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia menuding Arab Saudi menggunakan olahraga untuk mencuci pelanggaran yang mereka lakukan – salah satunya adalah dengan menggelar event olahraga berprofil tinggi seperti laga antara Joshua dan Ruiz.

Sementara itu, di Guangzhou, China, pasangan ganda putra kawakan Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, sekali lagi melengkapi harga diri bangsa ketika rekan senegaranya yang berada di posisi ranking satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, tak bisa tampil maksimal di Final BWF.

Desember: Polemik SEA Games dan Terpilihnya Shin Tae-Yong - Foto 2
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Herry Iman Pierngadi. ANTARA/PBSI.

The Minions – julukan Marcus/Kevin – sebenarnya berpeluang mendapatkan All Indonesian final. Namun, secara mengejutkan mereka tumbang dalam laga tiga set kontra duet asal Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Namun demikian, kejutan yang dilakukan oleh Endo/Yuta seakan redam ketika berhadapan dengan Hendra/Ahsan. The Daddies – julukan Hendra/Ahsan – merebut gelar prestisius akhir tahun itu dengan mengalahkan Endo/Yuta melalui laga dua set dengan kedudukan 24-21 dan 21-19.

Kemenangan ini sekaligus menciptakan sejarah baru bagi dunia bulutangkis di mana The Daddies adalah atlet pertama yang meraih tiga gelar paling prestisius (All England, Kejuaraan Dunia, Final BWF) dalam semusim saja.

Kabar besar lainnya di akhir tahun adalah terjawabnya teka-teki Pelatih Tim Nasional Indonesia pasca pemecatan Simon McMenemy. Setelah melakukan pembicaraan dengan dua kandidat, yakni mantan Pelatih Timnas Korea Selatan, Shin Tae-Yong, dan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Luis Milla, PSSI akhirnya memilih nama pertama.

Desember: Polemik SEA Games dan Terpilihnya Shin Tae-Yong - Foto 3
Shin Tae-Yong, Mochamad Iriawan. ANTARA/Yulius Satria Wijaya.

Perkenalan Shin Tae-Yong sebagai pelatih baru Garuda – julukan Timnas Indonesia – dilakukan sebelum kick-off final leg kedua Liga 1 Indonesia Putri 2019 antara Persib Bandung dan Tira Persikabo di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (28/12).

Tae-Yong dikontrak selama empat tahun dengan tugas menangani empat tim mulai dari Timnas U-16, U-19, U-22, hingga Timnas senior. Tae-Yong juga menjadi pelatih Korea Selatan pertama yang menduduki kursi pelatih Timnas Indonesia.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu