News

Desak Andi Taufan Mundur, Ferdinand: Kamu Laki-laki Harus Punya Harga Diri dan Kehormatan


Desak Andi Taufan Mundur, Ferdinand: Kamu Laki-laki Harus Punya Harga Diri dan Kehormatan
Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (AKURAT.CO/Faqih Fathurrahman)

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ikut mengkritik langkah staf khusus Presiden Joko Widodo Andi Taufan Garuda. Dia menilai Andi Taufan memanfaatkan jabatannya dengan mengirim surat ke camat se-Indonesia.

Ferdinand menyarankan agar Andi Taufan segera mundur sebagai staf khusus Presiden. Sebab, langkah Andi Taufan disebutnya telah mencoreng wajah Istana.

"Mundurlah @GarudaPutra, kamu lakii-laki harus punya harga diri dan kehormatan. Yang kamu lakukan itu kesalahan fatal dan membuat bopeng wajah istana," kicau Ferdinand menggunakan akun Twitter @FerdinandHaean2 dikutip AKURAT.CO, Rabu (15/4/2020).

Ferdinand berharap Andi taufan tidak kembali melakukan kesalahan. Dia mengatakan, Istana merupakan tempat mengorbankan pikiran untuk rakyat.

"Jangan kotori lagi istana dengan kepentingan pribadimu. Istana itu tempat pengorbanan memikirkan rakyat bukan memikirkan diri sendiri," sindirnya.

Sebelum itu, mantan pimpinan KPK, Laode M Syarif menilai tindakan Andi Taufan merupakan bentuk konflik kepentingan. Hal itu yang menyebabkan Andi Taufan tidak layak mendapat posisi staf khusus Presiden.

"Staf Khusus Presiden Andi Taufan @GarudaPutra ini, masih MUDA sudah belajar MEMANFAATKAN KESEMPITAN UNTUK KEUNTUNGAN PRIBADI melalui @amarthaid. Ini Contoh CONFLICT OF INTEREST akut. Dia tidak layak, menjadi staf khusus Presiden @jokowi. HARUS MUNDUR KALAU PUNYA MALU @KPK_RI," kicau Laode menggunakan akun Twitter @LaodeMSyarif.

Praktisi Multimedia Telematika dan Pemerhati Public Health, Roy Suryo menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Staf Khusus Andi Taufan.

"Ini jelas-jelas "Conflict of Interest" yang tidak bisa dibiarkan, baru level stafsus begini sudah abuse of power. Sebenarnya solusinya sangat mudah, Presiden @Jokowi tinggal panggil saja yang bersangkutan kemudian pecat, karena sudah memalukan Institusinya, Selesai. Kecuali ada hal-hal lain'," cuit Roy menggunakan akun Twitter @KRMTRoySuryo2.

Diketahui, Andi Taufan meminta maaf soal beredarnya surat Sekretariat Kabinet untuk camat agar mendukung pelaksanaan program relawan desa lawan Covid-19.

"Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut," kata Andi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).[]