Ekonomi

Desa Tempat Crazy Rich Bangun Jembatan Rp 3,7 Miliar Disambangi Petugas Pajak Setempat, Waduh Ada Apa?

Dalam kunjungannya, pihak KPP Jepara langsung diterima oleh Bapak Sukambali yang mana merupakan Kepala Desa Kecapi.


Desa Tempat Crazy Rich Bangun Jembatan Rp 3,7 Miliar Disambangi Petugas Pajak Setempat, Waduh Ada Apa?
Jembatan Kedungjogo, Kecapi, Jepara, Jawa Tengah (twitter.com/jjoyowaskito) (twitter.com/jjoyowaskito)

AKURAT.CO Sosok Cracy Rich Jepara yang membangun jembatan Rp 3,7 miliar kini jadi perbincangan. Diketahui, Kholil membangun jembatan dengan uang pribadinya yang mencapai miliaran rupiah. Atas aksinya tersebut, julukan Crazy Rich disematkan kepadanya.

Dalam unggahan tersebut tampak jembatan yang menghubungkan dua wilayah. Tak tanggung-tanggung, Kholil mengaku, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 3,7 miliar. Lokasi jembatan berada di Dukuh Kedungjogo Rt/15 RW/02, Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Atas pembangunan yang tidak memakan biaya yang tidak sedikit itu, Kantor Pratama Pajak Jepara kemudian menyambangi kantor Desa Kecapi, tempat dimana jembatan tersebut dibangun oleh Crazy Rich ini.

baca juga:

Dalam kunjungannya, pihak KPP Jepara langsung diterima oleh Bapak Sukambali yang mana merupakan Kepala Desa Kecapi. Petugas dari KPP Jepara pun mendapatkan informasi serta gambaran terkait jembatan yang viral dari sosial media tersebut.

"Petugas mendapat informasi dan gambaran umum terkait Jembatan Viral di Kecapi. Sebelumnya petugas ditemui oleh Bapak Arifin selaku Carik," cuit akun KPP Jepara

Informasi yang diberikan oleh Kepala Desa yaitu antara lain mengenai aliran dana desa yang digelontorkan pemerintah. Arifin selaku Carik desa pun menjelaskan bahwa dana sudah disalurkan dengan baik sesuai arahan dari pemerintah.

"Penggunaan Dana Desa 40% untuk bansos, 20% ketahanan pangan dan ekonomi, 8% penanganan covid dan 32% untuk kesehatan," jelas KPP Jepara

Selain itu, KPP Jepara juga mendapat penjelasan, mengapa pembangunan jembatan tersebut tidak menggunakan dana desa. Menurut Arifin, pembangunan tersebut tidak biayai dengan dana desa akibat adanya keterbatasan pembiayaan yang menjadikan kurangnya alokasi dana untuk membangun infrastruktur yang cukup vital itu.

KPP Jepara pun mengenai kunjungannya juga menjelaskan bila petugas telah mengetahui awal mula pembangunan jembatan tersebut sehingga tujuan untuk mengetahui calon penerima dan koordinasi dengan petinggi selaku pelaksana Dana Desa serta pengampu wilayah dapat teredukasi.

"Tujuan kegiatan ini adalah mengetahui calon penerima edukasi dan koordinasi dengan petinggi selaku pelaksana Dana Desa serta pengampu wilayah," tutup cuitan KPP Jepara.