News

Desa-desa di Burkina Faso Diserang Militan Bersenjata, 34 Tewas

Seorang sumber menambahkan kronologi, menggambarkan penduduk desa yang ditembaki.


Desa-desa di Burkina Faso Diserang Militan Bersenjata, 34 Tewas
Kekerasan berulang di Burkina Faso menjadi bagian dari rantai teror yang lebih luas yang melanda wilayah Sahel (Olyimpia de Maismont/AFP/Getty Images)

AKURAT.CO  Serangan kelompok militan Islam telah menewaskan sedikitnya 34 orang di Burkina Faso utara. Pejabat dan sumber saksi mengungkap laporan itu pada Senin (4/6), menyebut serangan terjadi selama akhir pekan. 

Sebanyak 22 orang, termasuk anak-anak, tewas pada Minggu malam di Bourasso di provinsi Kossi, kata gubernur regional Boucle du Mouhoun Babo Pierre Bassinga.

Seorang sumber menambahkan kronologi, menggambarkan penduduk desa yang ditembaki.

baca juga:

"Orang-orang bersenjata itu bergerak menuju desa sekitar pukul 17.00, lalu menembak ke udara. Pada malam harinya, mereka kembali dan menembaki orang-orang secara membabi buta," ungkap  seorang sumber keamanan, dikutip dari Geo News.

Kemudian di Namissiguima di provinsi Yatenga, 12 orang meregang nyawa pada Sabtu malam, menurut sumber keamanan lain, yang juga berbicara dengan syarat anonim. Tiga dari yang tewas adalah anggota milisi sipil, Relawan untuk Pertahanan Tanah Air (VDP). Dibentuk pada Desember 2019, VDP telah menjadi pasukan tambahan untuk mendukung tentara di negara Afrika Barat itu.

Burkina Faso, salah satu negara termiskin di dunia, telah bergulat dengan pemberontakan jihadis yang melanda negara tetangga Mali pada tahun 2015.

Kampanye tersebut dipimpin terutama oleh kelompok-kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda dan kelompok Negara Islam (IS/ISIS). Serangan ini telah merenggut ribuan nyawa dan memaksa sekitar 1,9 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Lebih dari 40 persen wilayah Burkina Faso berada di luar kendali pemerintah, menurut angka resmi.

Burkina Faso mengalami kudeta pada Januari ketika kolonel yang tidak puas menggulingkan presiden terpilih Roch Marc Christian Kabore.

Orang kuat baru, Letnan Kolonel Paul-Henri Sandaogo Damiba, telah menyatakan keamanan sebagai prioritas utamanya. Namun, usai negara itu menikmati jeda teror, serangan kembali berlanjut, dengan ratusan orang jadi korban tewas.

Bulan lalu misalnya, serangan kelompok bersenjata menargetkan pedesaan lain di Burkina Faso utara, dengan korban meninggal mencapai sedikitnya 100 jiwa. Menurut Reuters, insiden itu adalah serangan paling mematikan di Burkina Faso setidaknya dalam setahun terakhir. []