News

Deretan Saksi Perkara Suap Bupati Probolinggo Nonaktif, Ada Ketua DPD Nasdem Achmad Rifa'i

Achmad Rifa'i diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo.


Deretan Saksi Perkara Suap Bupati Probolinggo Nonaktif, Ada Ketua DPD Nasdem Achmad Rifa'i
Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri (Antara)

AKURAT.CO, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo Achmad Rifa'i. Achmad Rifa'i diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo Tahun 2021, dugaan gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Hari ini, ada 15 saksi diperiksa untuk tersangka PTS (Puput Tantriana Sari/Bupati Probolinggo nonaktif)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Selain Achmad Rifa'i, penyidik KPK juga memeriksa 14 saksi lain. Mereka yang dipanggil, yaitu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Probolinggo Abdul Halim, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono, Kabid Perikanan Budidaya Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis.

Selanjutnya, Kabid Bina Usaha Perikanan Kabupaten Probolinggo Saiful Hidayat, Kabid Sarana Prasarana Pertanian DKPP Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo Didik Tulus Prasetyo, Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo Suryana Nuring P. Kemudian, Suharto dan Totok Hariyanto masing-masing selaku PNS, I Ketut Kariana selaku notaris, Alwi dan Nanik Melani masing-masing dari pihak swasta, dan mahasiswa bernama Hayu Kinanthi Sekar Maharani.

"Pemeriksaan dilakukan Polres Probolinggo Kota," ucap Ali.

Dalam kasus suap seleksi jabatan kepala desa, KPK telah menetapkan sebanyak 22 orang sebagai tersangka kasus tersebut. 22 tersangka juga telah dilakukan perpanjangan penahanan.

Sementara itu, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjerat Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari dan suami Hasan Aminuddin dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Gratifikasi.

"Tim penyidik melakukan pengembangan perkara tersangka PTS ( Puput Tantriana Sari) dan Tersangka HA ( Hasan Aminuddin) dengan kembali menetapkan kedua tersangka tersebut dengan dugaan TPK [tindak pidana korupsi] gratifikasi dan TPPU," ujar Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Selasa (12/10/2021).

Ali menyatakan penetapan keduanya setelah penyidik menggelar perkara. Hasilnya ditemukan bukti permulaan yang cukup.