Rahmah

Deputi Kerjasama International BNPT Ungkap Dampak Penyebaran Radikalisme dan Terorisme di Masa Pandemi

Deputi Kerjasama International BNPT Ungkap Dampak Penyebaran Radikalisme dan Terorisme di Masa Pandemi
Webinar Series (29) PPIM UIN Jakarta 'Refleksi Kekerasan Ektremisme 2021', Jumat (14/1/2022). (YouTube PPIM UIN Jakarta)

AKURAT.CO  Salah satu alasan moderasi beragama harus diarusutamakan karena agama diyakini sebagai pembawa misi damai dan keselamatan. Namun, keberadaan ektremisme kekerasan yang menggunakan dalil agama masih menjadi tantangan yang harus dihadapi Indonesia. Lalu, sudah sampai mana penanggulangan kekerasan ekstremisme di Indonesia? Apa yang bisa kita pelajari untuk mencegah penyebarannya?

Presiden RI Joko Widodo sendiri telah menandatangani Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024.

Peraturan yang ditandatangani Presiden pada 6 Januari 2021 ini, didasari oleh semakin meningkatnya ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di Indonesia. Hal tersebut tentunya telah menciptakan kondisi rawan yang mengancam hak atas rasa aman dan stabilitas keamanan nasional.

baca juga:

Delegasi BNPT dipimpin oleh Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto, mengatakan, pada Juni tahun 2020 lalu, PBB melalui Counter-Terroris Executive Directorate melihat ada dua dampak dari pandemi Covid-19 terkait  aksi penyebaran paham radikalisme atau terorisme.

Pertama, dampak Immediate yang melihat bahwa pandemi Covid-19 telah mempengaruhi orang untuk lebih banyak menggunakan internet sehingga jarang bertemu satu sama lain. Dalam hal ini, ada situasi yang dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal untuk mempengaruhi masyarakat.

"Kemudian ada kesempatan opportunity bagi kelompok radikal untuk memanfaatkannya, Kelompok radikal dalam jangka pendek akan menggunakan alternatif tersebut," ujar Andhika dalam Webinar Series (29) PPIM UIN Jakarta 'Refleksi Kekerasan Ektremisme 2021', Jumat (14/1/2022).

Kedua, dampak Long-term melihat bahwa dengan munculnya pandemi Covid-19, akan meningkatkan sumber daya khususnya dalam sektor ekonomi dan pemulihan kesehatan. Sehingga sumber daya yang digunakan untuk terorisme akan berkurang.

"Kemungkinan besar aktor yang bergerak dalam bidang terorisme akan kehilangan lahannya. Karena sumber daya pemerintah telah berkurang untuk memenuhi kebutuhan lain," kata Andhika.

"Karena dalam masa pandemi Covid-19, negara lebih mengarah kepada hal yang lebih strategis dalam menuntaskan permasalahan pandemi Covid-19," imbuhnya. []