News

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris JI di Luwu Timur

Peran tersangka AB dan AA tak berbeda jauh, yakni sama-sama anggota Tauliah wilayah Sulawesi


Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris JI di Luwu Timur
Ilustrasi: Petugas kepolisian berjaga saat penggeledahan sebuah ruko yang dihuni terduga teroris di Indramayu, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019) malam. Tim Densus 88 bersama Polres Indramayu berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari kediaman terduga teroris berinisial RF yang merupakan kelompok JAD Bekasi. Sebanyak 22 orang terduga teroris di sejumlah wilayah Indonesia pascapenyerangan terhadap Menkopolhukam. Beberapa daerah diantaranya Jawa Barat, Lampung, Sulawesi Utara, Jambi dan Jakarta. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

AKURAT.CO - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil mengamankan dua terduga teroris di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Dua terduga teroris yang ditangkap Densus berinisial M alias AB, dan M alias AA.

"Iya ada penangkapan di Luwu Timur, Sulsel," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dihubungi wartawan, Rabu (1/12/2021).

baca juga:

Kepala Bagian Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyebut kedua pelaku ditangkap di lokasi dan waktu berbeda.

AB ditangkap di Dusun Kuwarasan, Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. Penangkapan berlangsung sekitar pukul 09.55 WITA pada Rabu, 24 November 2021.

"Sedangkan AA ditangkap di Dusun Pasi-Pasi, Kelurahan Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel sekitar pukul 07.30 WITA pada Jumat, 26 November 2021," beber Aswin.

AB dan AA merupakan bagian dari jaringan Jemaah Islamiyah. AB merupakan bawahan tersangka HP yang telah lebih dulu ditangkap. Dia tergabung dalam Tim Askari, tim yang dibentuk untuk aksi amaliah ke aparat negara.

Peran tersangka AA tak berbeda jauh dengan MU. Dia juga anggota Tauliah wilayah Sulawesi. MM berbaiat sebagai anggota JI pada tahun 2003 dan pernah melakukan pelatihan menggunakan senjata api jenis M16 bersama tersangka BH alias S yang sudah ditangkap di Jawa Timur.

AA pernah membuat tempat penyimpanan senjata di gorong-gorong kebun miliknya di Lutim. Senjata yang pernah disimpan yakni milik tersangka HR yang sudah ditangkap oleh Densus 88.[]