Olahraga

Denmark Terbuka Turnamen 2019 Paling Berkesan Bagi Praveen/Melati

Bagi Praveen dan Melati, Denmark Terbuka 2019 menjadi comeback manis setelah keduanya sempat terpuruk melewati musim kompetisi 2019.


Denmark Terbuka Turnamen 2019 Paling Berkesan Bagi Praveen/Melati
Duet ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, saat merayakan keberhasilan mereka meraih gelar All England 2020 di Birmingham, Inggris, Minggu (15/3). (REUTERS/Andrew Boyers)

AKURAT.CO, Setiap pebulutangkis pasti memiliki turnamen yang paling berkesan. Begitu juga dengan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. 

Bagi Praveen dan Melati, Denmark Terbuka 2019 menjadi comeback manis setelah keduanya sempat terpuruk melewati musim kompetisi 2019, di mana mereka sempat empat kali masuk final namun selalu berakhir sebagai runner up.

Pasangan yang kini menduduki peringkat keempat dunia itu finis runner up pada turnamen India Terbuka 2019, New Zealand 2019, Australia Terbuka 2019, Jepang Terbuka 2019, sebelum akhirnya berhasil merebut titel di Denmark Terbuka 2019.

Capaian apik tersebut pun berlanjut ke Prancis Terbuka 2019, SEA Games 2019 Vietnam hingga All England 2020.

“Bayangkan dalam satu tahun masuk empat kali final tapi runner up terus,” kata Melati dalam wawancara bersama Liliyana Natsir di kanal Youtube PB Djarum.

“Kami comeback-nya di sana (Denmark Terbuka). Setelah itu, Paris terus ke final super series, SEA Games. Kami sudah dapat pedenya, lalu All England 2020,” ujar Praveen menimpali.

Tak hanya itu, kemenangan di Denmark Terbuka. 2019 mempunyai kisah dan drama tersendiri bagi Praveen dan Melati. Pasalnya, Praveen sempat mendapat surat peringatan kedua dari PBSI akibat melanggar aturan pelatnas sebelum berangkat ke turnamen. Dia juga ingat betul ketika Melati mendadak sakit setibanya di Denmark.

“Pertandingan yang berkesan Denmark. Karena sebelum berangkat tahu sendiri saya mendapat SP 2, surat cinta dari PBSI,” kenang Praveen.

“Ketika sampai di Denmark, Melati sakit, tenggorokannya gatal, flu, demam, pusing. Padahal kami main sore/. Siangnya sakit menjenguk dia ke kamarnya. Saya tanya ‘Mel bisa main enggak? Dia jawab ‘lihat nanti deh.’ Akhirnya ya sudah main saja sampai akhirnya juara,” kata Praveen bercerita.

Praveen/Melati sudah dalam posisi aman menuju Olimpiade Tokyo 2020, 23 Juli-8 Agustus mendatang. Mereka bakal menjadi satu-satunya ganda campuran Indonesia yang akan mewakili Merah Putih di pesta empat tahunan tersebut.[] 

Hendra Mujiraharja

https://akurat.co