Ekonomi

Dengan Neogeopolitik, China Punya Harapan Baru Geser Amerika Sebagai Negara Superpower

China memiliki cita-cita sebagai negara superpower menggantikan Amerika Serikat tetapi langkahnya tidak mudah dan menempuh jalan panjang.


Dengan Neogeopolitik, China Punya Harapan Baru Geser Amerika Sebagai Negara Superpower
Presiden China, Xi Jinping (ABC News)

AKURAT.CO China tidak lagi hanya menggarap geopolitik dan geostrategis, tetapi juga telah menyusun neogeopolitik maritim.

Ini adalah suatu kebijakan yang dilahirkan dari hasil kombinasi keadaan ekonomi negara dan global, kata Rosmeri Sabri, pemerhati Hubungan Internasional Universitas Sumatera Utara (USU).

"China telah diusik oleh Amerika Serikat (AS) yang sedang mengalami kemunduran di Laut China Selatan (LCS) Jadi China mulai menggarap maritim karena penting," katanya, dalam Zoominari Kebijakan Publik: "Di Balik Kunjungan Nancy Pelosi, Kondisi Geopolitik Perairan Taiwan Memanas, Apa Dampaknya Bagi Kawasan," Jumat (5/8/2022).

baca juga:

China telah merespons AS dengan sejumlah manuver militer di sekitar pulau Taiwan. Ini terjadi sebelum, saat, dan setelah Ketua DPR Nancy Pelosi mengunjungi pulau itu pada Selasa (2/8/2022) kemarin.

Dengan menguasai sektor maritik, kata Rosmeri, utamanya di wilayah LCS, China akan mencapai tujuannya menjadi negara superpower.

Caranya adalah China harus mengamankan LCS dari gangguan AS dan bahkan negara lain yang mampu menghalangi tujuannya.

"Sayangnya, meski AS sedang dalam fase kemunduran di LCS, AS tidak akan tinggal diam melihat situasi tersebu," ujar Rosmeri.

Sebagai negara superpower yang utama, AS telah mempunyai sejumlah negara mitra tempat armada militernya disandarkan.

"Armada ketujuh AS ada di Singapura dengan kapal induknya USS Ronald Reagan di Selat Malaka. Mereka eksis juga di India, Jepang, Australia," paparnya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi