News

Dengan Dalih Kebebasan, Jair Bolsonaro Tolak Persyaratan Mandat Vaksin untuk Pelancong yang Masuk Brasil

Dengan Dalih Kebebasan, Jair Bolsonaro Tolak Persyaratan Mandat Vaksin untuk Pelancong yang Masuk Brasil


Dengan Dalih Kebebasan, Jair Bolsonaro Tolak Persyaratan Mandat Vaksin untuk Pelancong yang Masuk Brasil
Presiden Brasil Jair Bolsonaro berbicara saat upacara penandatanganan dekrit bantuan gas di Brasilia, Brasil, Kamis (2/12). ( REUTERS/Adriano Machado/File Photo)

AKURAT.CO, Pemerintahan Jair Bolsonaro pada Selasa (7/12) memutuskan untuk mengesampingkan mandat sertifikat vaksinasi Covid-19 untuk pelancong asing yang tiba di Brasil. Aturan ini datang meskipun telah ada rekomendasi soal pentingnya syarat vaksinasi dari regulator nasional di negara itu. 

Diberitakan France24, kebijakan tanpa vaksin datang usai Bolsonaro membandingkan mandat semacam itu dengan 'tali' hewan

Menteri Kesehatan Marcelo Queiroga kemudian mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan di kepresidenan soal diskrimasi para pelancong. Dikatakan bahwa untuk memberlakukan pembatasan, tidak ada yang namanya dikriminasi antara warga yang divaksin maupun belum.

Namun, Queiroga mengatakan bahwa Brasil memberlakukan syarat wajib karantina selama lima hari untuk para pelancong yang belum divaksin. Aturan karantina itu seperti yang direkomendasikan oleh regulator kesehatan Anvisa. Langkah ini dilakukan mengingat karakteristik dari varian Omicron yang belum diketahui. 

"Setelah periode itu, pelancong asing yang dites PCR negatif, akan mulai bisa bepergian untuk menikmati bepergian ke Brasil sebagai turis, dapat menikmati keindahan Brasil kami yang hebat," tambah Queiroga.

Sampai saat ini, satu-satunya persyaratan adalah menunjukkan tes PCR negatif.

"Terkadang lebih baik kehilangan nyawa daripada kehilangan kebebasan," sambung Queiroga, menggemakan pernyataan Bolsonaro sendiri sebelumnya.

Menjelang pengumuman, Bolsonaro yang belum divaksinasi menolak permintaan Anvisa untuk paspor kesehatan.

"Kami bertanya, mengapa paspor kesehatan? Tali apa yang ingin mereka pakai pada rakyat Brasil? Di mana kebebasan kita? Saya lebih baik mati daripada kehilangan kebebasan saya," kata Bolsonaro, yang seorang mantan perwira militer itu.

Sementara Bolsonaro menyapu syarat vaksin untuk pelancong, Brasil telah menyaksikan lebih dari 616 ribu kematian akibat Covid-19 sejak awal pandemi. Angka itu menjadikan Brasil menduduki peringat kedua sebagai negara dengan kematian tertinggi setelah Amerika Serikat. []