News

Demonstrasi Mahsa Amini Kian Memanas, Penguasa Iran Ketar-ketir Tragedi 2019 Terulang

Para demonstran di Teheran dan kota lainnya membakar kantor polisi dan mobil, sementara pasukan keamanan pun dilaporkan diserang.

Demonstrasi Mahsa Amini Kian Memanas, Penguasa Iran Ketar-ketir Tragedi 2019 Terulang
Kematian Mahsa Amini telah menyulut kembali kemarahan massa atas isu pembatasan kebebasan pribadi di Iran. (REUTERS)

AKURAT.CO Kemarahan warga Iran atas kematian Mahsa Amini tak kunjung mereda. Para demonstran di Teheran dan kota lainnya membakar kantor polisi dan mobil pada Kamis (22/9). Pasukan keamanan pun dilaporkan diserang. Garda Revolusi Iran lantas mendesak pengadilan Republik Islam agar mengadili mereka yang menyebarkan hoaks dan desas-desus.

Dilansir dari Reuters, Mahsa Amini meninggal pekan lalu setelah ditangkap di Teheran karena mengenakan jilbab yang 'kurang pantas'. Nahas, ia mengalami koma saat ditahan. Otoritas pun berjanji akan menyelidiki penyebab kematiannya.

Demonstrasi Mahsa Amini Kian Memanas, Penguasa Iran Ketar-ketir Tragedi 2019 Terulang - Foto 1
REUTERS

Menurut pernyataan pada Kamis (22/9), Garda Revolusi Iran menyatakan simpatinya kepada keluarga dan kerabat Amini.

baca juga:

"Kami telah meminta pengadilan untuk mengidentifikasi mereka yang menyebarkan hoaks dan desas-desus di media sosial serta di jalanan dan mereka yang membahayakan keselamatan psikologis masyarakat. Mereka harus ditindak tegas," bunyi pernyataan itu.

Aksi protes atas kematian Amini menjadi yang terbesar di Iran sejak 2019. Sebagian besar terkonsentrasi di barat laut yang berpenduduk Kurdi. Namun, demonstrasi ini juga telah menyebar ke ibu kota dan setidaknya 50 kota besar dan kecil di seluruh negeri. Polisi pun menggunakan kekuatan untuk membubarkan massa.

Seorang anggota organisasi paramiliter propemerintah Iran, Basij, ditikam hingga tewas di kota Mashhad pada Rabu (21/9). Menurut kantor berita Tasnim, anggota Basij lainnya juga tewas pada hari yang sama di kota Qazvin akibat luka tembak dari 'perusuh dan geng'.

Sementara itu, Nour News yang berafiliasi dengan badan keamanan tinggi membagikan video seorang perwira militer yang mengonfirmasi kematian seorang tentara dalam kerusuhan itu. Jumlah total anggota pasukan keamanan yang dilaporkan tewas dalam kerusuhan pun menjadi 5 orang.

Demonstrasi Mahsa Amini Kian Memanas, Penguasa Iran Ketar-ketir Tragedi 2019 Terulang - Foto 2
REUTERS

Di timur laut, para demonstran berteriak, "Kami akan mati, kami akan mati, tapi akan merebut Iran kembali," di dekat kantor polisi yang terbakar. Kantor polisi lain di Teheran juga terbakar ketika kerusuhan menyebar dari Kurdistan, provinsi asal Amini, tempatnya dimakamkan pada Sabtu (17/9).

Kematian Amini telah menyulut kembali kemarahan atas isu pembatasan kebebasan pribadi di Iran, termasuk aturan ketat dalam berpakaian bagi wanita. Mereka juga memprotes ekonomi yang terguncang akibat sanksi.