News

Demonstrasi Besar-besaran Pelajar Meletus di Bangladesh, Protes Tabrakan Maut Siswa SMA

Lautan manusia memblokade jalan raya di ibu kota Bangladesh pada Kamis (25/11), buntut tewasnya seorang pelajar SMA karena kecelakaan di jalan.


Demonstrasi Besar-besaran Pelajar Meletus di Bangladesh, Protes Tabrakan Maut Siswa SMA
Demonstrasi pelajar berseragam sekolah memblokade jalan yang ramai di Dhaka, Bangladesh, pada Kamis (25/11). ()

AKURAT.CO Lautan manusia memblokade jalan raya yang ramai dan mengganggu pengguna jalan lainnya di ibu kota Bangladesh pada Kamis (25/11). Massa tersebut tengah berunjuk rasa atas tewasnya seorang pelajar SMA karena kecelakaan di jalan.

Dilansir dari AFP, ribuan pelajar berseragam sekolah menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar distrik komersial utama Dhaka dan dekat parlemen nasional. Rombongan lainnya berduyun-duyun menuju kantor wali kota. Mereka mendesak penuntutan jalur cepat untuk sopir truk sampah yang dituduh menabrak korban hingga tewas.

"Kami tak akan pulang ke rumah sampai mendapatkan keadilan. Kami ingin keadilan. Kami ingin nyawa kami selamat di jalan. Bagaimana bisa kami diam saja ketika teman kami terbunuh akibat kelalaian seperti itu?" protes demonstran bernama Sabit bin Arif yang masih berusia 18 tahun.

Tak sampai di situ, para pelajar terlihat mencegat para pengguna jalan, termasuk mobil polisi, dan meminta mereka menunjukkan SIM-nya.

Pada tahun 2018, aksi protes serupa pernah digelar akibat kematian 2 siswa dalam kecelakaan bus. Unjuk rasa itu tumbuh menjadi gerakan nasional yang melumpuhkan lalu lintas di seluruh negeri selama sepekan. Tindakan keras dari pemerintah pun tak terhindarkan.

Otoritas lantas meluncurkan undang-undang lalu lintas yang meningkatkan hukuman untuk pengemudi sembrono. Namun, para pelajar dalam aksi protes Kamis (25/11) masih belum puas.

"Kami tak akan pulang ke rumah sampai hak kami dipenuhi kali ini. Kami tak menentang pemerintah. Kami hanya ingin keselamatan di jalan," kata Israt Jahan Ivy, pelajar berusia 17 tahun.[]