News

Demonstran Iran Serukan Mogok Massal 3 Hari, sementara Polisi Moral Diduga Telah Dibubarkan

Demonstran Iran Serukan Mogok Massal 3 Hari, sementara Polisi Moral Diduga Telah Dibubarkan
Pertokoan di Pasar Teheran tutup pada 16 November menyusul terjadinya kerusuhan di Iran dan seruan mogok massal. (WANA via REUTERS)

AKURAT.CO Para demonstran Iran pada Minggu (4/12) menyerukan mogok massal 3 hari pada pekan ini. Rencana aksi tersebut menambah tekanan pada otoritas setelah jaksa penuntut umum mengatakan polisi moral yang menahan Mahsa Amini, asal-mula meletusnya protes berbulan-bulan, telah dibubarkan.

Dilansir dari Reuters, kabar pembubaran institusi tersebut tak dikonfirmasi oleh Kementerian Dalam Negeri yang bertanggung jawab atas polisi moral. Media pemerintah Iran pun mengatakan Jaksa Penuntut Umum Mohammad Jafar Montazeri tak bertugas untuk mengawasi unit itu.

Pejabat tinggi Iran telah berulang kali menegaskan bahwa Teheran tak akan mengubah kebijakan wajib berjilbab di Republik Islam, meski peraturan ketat ini telah diprotes selama 11 pekan.

baca juga:

Ratusan orang meregang nyawa dalam kerusuhan yang meletus pada bulan September setelah Mahsa Amini tewas dalam tahanan. Wanita Kurdi berusia 22 tahun tersebut ditahan oleh polisi moral karena melanggar aturan jilbab.

Para demonstran pun berusaha mempertahankan desakan mereka terhadap penguasa Iran. Mereka menyerukan pemogokan ekonomi 3 hari dan unjuk rasa di Alun-alun Azadi, Teheran, pada Rabu (7/12), menurut unggahan para pengguna individu di Twitter.

Sementara itu, di hari yang sama, Presiden Ebrahim Raisi akan berpidato di depan para siswa di Teheran untuk memperingati Hari Pelajar di Iran.

Seruan serupa untuk aksi pemogokan dan mobilisasi massa dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan eskalasi kerusuhan yang melanda negara itu. Beberapa di antaranya menjadi aksi protes antipemerintah terbesar sejak Revolusi Islam Iran 1979.

Menurut kantor berita aktivis HRANA, 470 demonstran tewas pada Sabtu (3/12), termasuk 64 anak di bawah umur. Selain itu, 18.210 demonstran ditangkap dan 61 anggota pasukan keamanan tewas.

Menurut dewan keamanan negara di Kementerian Dalam Negeri Iran pada Sabtu (3/12), jumlah korban tewas adalah 200 jiwa.

Sementara itu, warga yang mengunggah di media sosial dan surat kabar seperti harian Shargh mengatakan ada lebih sedikit polisi moral terlihat di jalan dalam beberapa pekan terakhir. Otoritas pun diduga berusaha menghindari lebih banyak protes.

Pada Sabtu (3/12), Montazeri mengatakan bahwa polisi moral telah dibubarkan.

"Otoritas yang membentuk polisi ini telah menutupnya," ujarnya.

Menurut keterangannya, polisi moral tak berada di bawah otoritas kehakiman yang terus memantau gerak-gerik masyarakat. []