News

Demokrat: Target Penerimaan Pajak 2023 Jangan Memberatkan Rakyat

Pemerintah harus realistis mematok target penerimaan pajak karena ekonomi masyarakat baru menggeliat


Demokrat: Target Penerimaan Pajak 2023 Jangan Memberatkan Rakyat
Anggota Badan Anggaran DPR RI Fraksi Demokrat, Marwan Cik Asan (Fraksi Demokrat DPR RI)

AKURAT.CO, Partai Demokrat meminta pemerintah realistis memasang target pajak tahun 2023. Partai bintang mercy mengingatkan kondisi ekonomi masyarakat baru tumbuh, sehingga target pajak jangan malah membebani rakyat.

"Jangan jor-joran dulu karena ekonomi kita baru mau tumbuh, ekonomi masyarakat baru mau menggeliat," kata politisi Demokrat, Marwan Cik Asan, dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).

Selain itu, kata anggota Badan Anggaran DPR RI ini, kondisi makro ekonomi tidak memungkinkan kita bisa bergerak lebih cepat.

baca juga:

"Saya mendukung penuh peningkatan penerimaan negara tapi pesannya jangan sampai memberatkan rakyat. Jangan jor-joran dalam menerapkan pajak untuk masyarakat," katanya. 

Marwan menegaskan agar pemerintah berhati-hati dan bijak memutuskan target penerimaan negara dengan sepenuhnya mempertimbangkan kondisi masyarakat.

"Jangan sampai keinginan kita untuk memperoleh telur sebanyak-sebanyaknya, justru dengan cara mematikan ayam-ayamnya," ungkapnya dengan gaya metafora.

Marwan mengapresiasi capaian pajak tahun 2021 maupun 2022 yang menurutnya cukup baik. Hanya saja, katanya, dalam sukses ini ada juga faktor keberuntungan, antara lain karena naiknya harga komoditas.

Dia pun mengingatkan bahwa menuju 2023, kondisi makro ekonomi tidak begitu menggembirakan. 

‘’Karena pandemi belum tuntas, perang Ukraina Rusia entah kapan selesainya, sehingga harga energi dan pangan terus meningkat dan resesi mulai menghantui berbagai belahan dunia. Kita juga akan mengalami likuiditas yang ketat,” papar Sekretaris FPD itu.

Dia menegaskan bahwa pada prinsipnya Fraksi Partai Demokrat mendukung penuh optimisme terkait peningkatan penerimaan negara. 

‘’Tidak ada jalan lain untuk membangun selain terus memperbaiki penerimaan negara, apalagi devisit 2022 tidak boleh lebih dari 3%. Tetapi sekali lagi, jangan sampai menambah beban rakyat,’’ katanya.[]