News

Demokrat: Songong, Hasto Sekjen Partai Terburuk Pasca Otoritarianisme

Hasto ungkit sikap oposisi PKS dan Demokrat


Demokrat: Songong, Hasto Sekjen Partai Terburuk Pasca Otoritarianisme
Racland Nashidik (TWITTER/@RachlanNashidik)

AKURAT.CO, Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik mengomentari pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bahwa partainya tidak mau bekerja sama dengan Partai Demokrat dan PKS di Pemilu 2024. Rachland menyebut Hasto congkak.

"Sombong, songong," tulis Rachland seperti dilihat di akun Twitter pribadinya, @rachlannashidik, Minggu (26/6/2022).

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat itu menyebut pernyataan hasto sama sekali tidak berkualitas. Bahkan, Rachland menyebut Hasto dengan sebutan khusus.

baca juga:

"Sekjen partai terburuk yang pernah dikenal dalam politik Indonesia paska otoritarianisme," cuitnya.

Sebelumnya, Hasto membeberkan alasan partainya tidak mau bareng Demokrat dan PKS di 2024. Hasto menjelaskan panjang lebar mengapa partainya memberi batas dengan PKS dan Demokrat.

"PDI Perjuangan menghormati posisi PKS dan Demokrat yang berada di luar pemerintahan. Di dalam pidato Rakernas PKS, kita bisa melihat kritik yang diberikan pada Pak Jokowi dan itu sesuai dengan ruang lingkup PKS yang memberikan kritik kepada pemerintah sebagai check and balances dalam demokrasi. Kurang elok dengan berbagai perbedaan ideologi, kami tidak mengambil sikap politik atas kerja sama dengan PKS," kata Hasto di Jakarta Convention Center, Sabtu (25/6/2022).

Hasto menegaskan saat ini posisi PDIP mendukung Presiden Jokowi. Dia mengatakan tidak mungkin bekerja sama dengan pihak yang justru berseberangan dengan Jokowi.

"Dan saat ini posisi PDI Perjuangan mendukung Pak Jokowi sehingga tidak mungkin juga kita bekerja sama dengan Pak Jokowi, dan pada saat bersamaan ada pihak-pihak yang terus menyerang pemerintahan Pak Jokowi dan kemudian dilakukan suatu penggalangan," jelasnya.

"Kan kita juga harus melihat kepemimpinan Pak Jokowi sebagai konsistensi sikap PDI Perjuangan. Jadi selain perbedaan ideologi, kami menghormati posisi PKS yang berada di luar pemerintahan tetapi unjuk bekerja sama dengan PKS ditinjau dari aspek ideologi, aspek historis, ada hal yang memang berbeda," imbuhnya.