News

Demokrat Minta Kabinet Jokowi Kompak Atasi Persoalan Krusial Bangsa

Jangan sibuk memikirkan kepentingan untuk mengamankan, apalagi melanggengkan kekuasaan saja


Demokrat Minta Kabinet Jokowi Kompak Atasi Persoalan Krusial Bangsa
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Minggu (3/10/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra memberi catatan penting usai kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dinilai memudar. 

Herzaky mengingatkan Presiden Jokowi senantiasa merangkul kabinetnya supaya mampu beriringan mengatasi problem yang ada di tengah masyarakat saat ini. 

"Kabinet mesti kompak, tidak membahas isu-isu lain yang tidak memberikan solusi atas permasalahan rakyat. Jangan sibuk memikirkan kepentingan untuk mengamankan, apalagi melanggengkan kekuasaan saja," kata Herzaky kepada AKURAT. CO, pada Senin (16/5/2022). 

baca juga:

Adapun, kata Herzaky, demokrasi di Indonesia tengah mengalami regresi, sehingga banyak masyarakat yang terkadang enggan untuk mengkritisi kebijakan maupun langkah yang dipilih oleh pemangku kebijakan saat ini. 

"Begitu pula dengan demokrasi Indonesia yang terus mengalami regresi, yang membuat semakin banyak warga yang tidak berani menyuarakan pendapat di muka publik," ucap Herzaky yang juga juru bicara Partai Demokrat itu. 

Di samping itu, Herzaky juga meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengatasi persoalan-persoalan krusial seperti pengangguran dan kemiskinan lantaran pandemi Covid-19. 

"Perlu komitmen lebih serius untuk atasi pengangguran dan kemiskinan, sebagai dampak pandemi selama dua tahun ini. Rakyat sudah lama menderita," pungkasnya. 

Sebagai informasi, Lembaga Survei Indikator Politik kembali merilis survei terkait kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (15/5/2022) 

Pada survei kali ini terjadi penurunan hingga 6% selang sebulan dari survei terakhir yakni mencapai 64,1%. Penurunan drastis itu bersumber dari isu kenaikan harga bahan-bahan pokok. []